Home Ekonomi Investasi Migas Baru Tercapai 39 Persen karena Corona
EkonomiNews

Investasi Migas Baru Tercapai 39 Persen karena Corona

Share
Pemkab Aceh Barat Sambut Baik Temuan Potensi Migas Blok Meulaboh
Ilustrasi: Aktivitas migas lepas pantai (KataData)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Pandemi Covid-19 tak hanya membuat perekonomian Indonesia terkontraksi 1,24 persen sepanjang semester I 2020. Pandemi covid-19 juga membuat realisasi investasi minyak dan gas (migas) merosot.

Plt Direktur Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan investasi migas baru mencapai US$5,6 miliar atau 39 persen dari target 2020 yang dipatok sebesar US$14,5 miliar. Capaian tersebut terdiri dari investasi hulu migas sebesar US$4,84 miliar dan hilir migas sebesar US$712,2 juta.

“Kami pernah menargetkan investasi kita itu sekitar US$14,5 miliar di awal namun realisasi saat ini memang baru mencapai sekitar US$5,6 miliar. Jadi memang jauh sekali baru sepertiganya ini akibat dari situasi yang kita hadapi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu, 5 Agustus 2020.

Ego menjelaskan pemangkasan belanja modal perusahaan-perusahaan migas raksasa tersebut disebabkan tergelincirnya harga minyak mentah dunia sejak Maret hingga belasan dolar Amerika Serikat (AS) per barel, bahkan sempat minus.

Meski demikian, saat ini harga minyak dunia mulai merangkak naik dari kisaran US$26 per barel pada Mei, US$6 per barel pada Juni dan US$40 per barel di bulan lalu.

Dari sisi penerimaan, sektor migas juga mengalami penurunan cukup signifikan. Tercatat penerimaan migas baru mencapai 74 persen dari target Rp56,41 triliun. Itu pun setelah target penerimaan dalam revisi APBN 2020 dipangkas akibat pandemi covid-19.

Meski demikian, Ego optimistis pada kuartal III tahun ini perekonomian bisa kembali tumbuh dan Indonesia terhindar dari resesi. Pasalnya, ia juga mulai melihat data-data pertumbuhan sektor usaha migas dari berbagai indikator pada bulan Juli dan Agustus.

Kementerian ESDM, kata dia, juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi ancaman resesi di kuartal III 2020. Salah satunya, mendorong kegiatan padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.

“Kami kan ada kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat contohnya Pembangunan jaringan gas yang melibatkan tenaga kerja,” imbuhnya.

“Dan bukan hanya kami kementerian ESDM yang bergerak, tapi seluruh kementerian/lembaga bergerak dan dampaknya sudah mulai dirasakan dampaknya yang tadinya sempat minus sudah mulai plus satu persen walaupun harus dicek lagi walaupun tidak sampai satu persen,” tandas Ego.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version