Home Headline Kapolda Aceh Perintahkan Bandar Narkoba Dikenakan TPPU
HeadlineNews

Kapolda Aceh Perintahkan Bandar Narkoba Dikenakan TPPU

Share
Kapolda Aceh Perintahkan Bandar Narkoba Dikenakan TPPU
Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada memusnahkan barang bukti narkotika menggunakan moler pengaduk semen di Mapolda setempat, Rabu (23/9/2020). (Fadhil/popularitas.com)
Share

POPULARITAS.COM – Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada memerintahkan Direktur Reserse Narkoba dan jajarannya di polres untuk menjerat pelaku bandar narkoba dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Tracing semua hartanya, hasil keuntungan narkoba ini dipakai untuk apa, beli rumah kita sita rumahnya, beli mobil kita sita mobilnya, kita serahkan ke negara,” kata Wahyu, saat memusnahkan barang bukti narkotika di Mapolda Aceh, Rabu (23/9/2020).

Menurutnya, penerapan TPPU agar para bandar narkoba jera. Dengan penerapan pasal ini, mereka kemungkinan akan miskin, setelah hartanya ditarik oleh negara.

“Pelaku nggak peduli dengan generasi muda, yang penting dapat duit, tidak peduli dengan keselamatan generasi emas Aceh nanti, tidak peduli dengan masa depan Provinsi Aceh, kenapa kita harus kasian?,” tanya Wahyu.

“Dia tidak kasian dengan rakyat kita, satu-satunya lakukan TPPU, Pak Dir Resnarkoba mainkan, saya yakin semua akan mendukung kita, saya juga mohon dukungan dari Pangdam, DPRA, Kabinda dan seluruh masyarakat,” lanjut Wahyu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari menjelaskan, TPPU akan dikenakan kepada para pelaku yang mengendalikan peredaran narkoba, khususnya sabu, baik dalam jumlah banyak, sedikit, dan tak ada sama sekali.

“Kita lihat barang buktinya, walaupun tidak ada barang bukti atau sedikit barang buktinya walaupun dia pengendali kita kenakan TPPU,” jelas Ade.

Ia menambahkan, kasus peredaran sabu di Aceh biasanya dilakukan melalui pantai timur, mulai dari Bireuen hingga Aceh Tamiang. Barang haram ini dipasok dari beberapa negara di Asia Tenggara dan melalui laut Selat Malaka.

“Dipesan dari Aceh, kemudian Aceh distribusikan ke luar Aceh, Aceh hanya sebagai tempat transit,” ungkap Ade.

Sementara narkotika jenis ganja, kata Ade, umumnya berasal dari Kabupaten Aceh Besar dan Gayo Lues. Kedua kabupaten ini pun dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak ladang ganja.

“Ganja banyak dari Aceh Besar dan Gayo Lues, karena di situ banyak ladang, antara Aceh Besar dan Gayo Lues,” pungkasnya. []

Reporter: Muhammad Fadhil
Editor: Acal

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...