Home News Kemenag Imbau Bangun Budaya Keterbukaan Informasi untuk Layanan Publik
News

Kemenag Imbau Bangun Budaya Keterbukaan Informasi untuk Layanan Publik

Share
Kemenag Imbau Bangun Budaya Keterbukaan Informasi untuk Layanan Publik. Poto : Humas Kanwil Kemenag Aceh.
Share

POPULARITAS.COM – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ismail Cawidu, mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Aceh membangun budaya keterbukaan informasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Pesan tersebut disampaikan Ismail saat memberikan materi pada Pembinaan Kehumasan Kementerian Agama Provinsi Aceh di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Rabu, 1 Juli 2026, yang diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Pranata Humas, dan Pelaksana Humas se-Aceh.

Menurut Ismail Cawidu, keterbukaan informasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi sebagaimana dijamin dalam Pasal 28F Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Informasi adalah pelayanan. Karena itu, badan publik harus membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, kecuali informasi yang memang dikecualikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, badan publik yang terbuka akan lebih mudah membangun kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, budaya tertutup justru berpotensi menimbulkan prasangka dan menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Dalam paparannya, Ismail menekankan bahwa predikat Badan Publik Informatif bukan sekadar penghargaan, melainkan indikator bahwa sebuah institusi telah menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Ia mengingatkan bahwa keterbukaan informasi juga menjadi benteng terbaik dalam menjaga integritas lembaga dari berbagai tuduhan penyalahgunaan kewenangan maupun anggaran.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ismail mendorong seluruh satuan kerja memperkuat fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), menyusun Daftar Informasi Publik secara komprehensif, mengoptimalkan website sebagai pusat layanan informasi, serta memastikan seluruh layanan permohonan informasi berjalan sesuai standar yang diatur Komisi Informasi.

Ia juga mengingatkan agar pengelolaan PPID tidak hanya dilakukan menjelang proses monitoring dan evaluasi. Menurutnya, keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten melalui pembaruan informasi, pelayanan yang cepat, dokumentasi yang lengkap, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola informasi publik.

Ismail Cawidu mengajak seluruh insan Kementerian Agama Provinsi Aceh menjadikan keterbukaan informasi sebagai investasi jangka panjang bagi institusi.

“Predikat Informatif bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana keterbukaan informasi menjadi budaya organisasi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsOlahraga

Pemanah Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas Asian Games 2026

POPULARITAS.COM – Pemanah putri Indonesia Nurisa Dian Ashrifah menyumbangkan medali emas kelima...

EkonomiNews

Indonesia Masuk 15 Besar Adopsi Kripto Global

POPULARITAS.COM – Indonesia masuk dalam 15 besar negara dengan adopsi aset kripto...

News

Kemenhaj : Antrean Haji Dipangkas jadi 14 Tahun

POPULARITAS.COM – Langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam pembenahan data antrean...

HukumNews

Kemenimipas Bongkar 10 Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Mashudi, menegaskan...