Home News Korban Gempa NTT Bertambah, 70 Tewas dan 1.182 Luka-luka
News

Korban Gempa NTT Bertambah, 70 Tewas dan 1.182 Luka-luka

Share
Kepala BNPB menjenguk korban gempa NTT. Foto : BNPB | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.182 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, 40.040 orang mengungsi untuk mendapatkan perlindungan dan memenuhi kebutuhan dasar setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Gempa NTT juga berdampak terhadap 16.411 keluarga. Secara keseluruhan, dampak bencana tercatat di tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota.

Kerusakan bangunan menjadi salah satu dampak terbesar gempa bumi M 7,7 yang mengguncang NTT. BNPB mencatat sebanyak 11.925 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rumah rusak sedang, dan 4.493 rumah rusak ringan.

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas publik. BNPB mencatat 663 fasilitas pendidikan dan 182 fasilitas kesehatan terdampak.

Selain itu, sebanyak 173 rumah ibadah, 184 kantor pemerintahan, 49 fasilitas umum, serta 39 titik jalan turut terdampak akibat gempa.

Kerusakan lainnya meliputi satu gudang logistik, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, dan tiga jembatan.

Dampak terhadap infrastruktur tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi menghambat aktivitas masyarakat serta proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

BNPB menyebut pemerintah pusat telah membentuk posko penanganan utama di Kabupaten Nagekeo dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani dampak gempa.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengoordinasikan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang masih belum ditemukan.

Sementara itu, posko logistik nasional dibentuk di Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Kabupaten Ende, dan Bandara Bajawa Soa, Kabupaten Ngada.

Dukungan penanganan juga dilakukan melalui pengiriman peralatan berat dan peralatan medis ke wilayah terdampak. Kementerian Kesehatan memobilisasi dua tim manajemen kesehatan dan tim Emergency Medical Team ke sejumlah lokasi, termasuk Kabupaten Sikka dan Ende.

Untuk mendukung pemulihan layanan telekomunikasi dan listrik, pemerintah memprioritaskan pemulihan jaringan komunikasi serta sistem kelistrikan di wilayah terdampak.

BNPB mencatat pemulihan jaringan telekomunikasi telah mencapai 98,3%. Sementara itu, seluruh gardu induk di wilayah terdampak telah beroperasi dan sebagian besar pelanggan listrik kembali mendapatkan layanan.

Dalam penanganan darurat, pemerintah telah mengirimkan sejumlah bantuan dan peralatan ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan logistik, peralatan pencarian dan pertolongan, serta kendaraan pendukung operasional.

Sebanyak 100 paket sembako, 500 tenda keluarga, 20 tenda pengungsi, dan kebutuhan lainnya dikirimkan melalui jalur laut menggunakan kapal.

Dukungan logistik juga disalurkan melalui jalur darat. Selain itu, sejumlah alat berat, kendaraan operasional, serta peralatan pendukung dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan infrastruktur.

BNPB menyebut dukungan personel gabungan terus dilakukan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan kebutuhan pengungsian, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah sarana transportasi udara dan laut untuk mendukung mobilisasi personel serta distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak gempa NTT.

Pascagempa NTT, pemerintah memprioritaskan pemulihan akses komunikasi, listrik, jalan, dan infrastruktur dasar lainnya. Pemulihan tersebut penting untuk memastikan distribusi bantuan serta pelayanan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan.

Dengan jumlah korban meninggal mencapai 70 orang, lebih dari 1.000 orang luka-luka, dan puluhan ribu warga mengungsi, penanganan dampak gempa M 7,7 di NTT masih membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat. Sementara itu, proses pendataan kerusakan dan pemulihan wilayah terdampak gempa NTT berlangsung secara bertahap.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dapat Remisi 2 Bulan di HUT Ke-81 RI

POPULARITAS.COM – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel mendapatkan...

EkonomiNews

Kapolda Aceh dan Dirut PEMA Perkuat Sinergi Jaga Iklim Usaha dan Pembangunan

POPULARITAS.COM – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Direktur...

HukumNews

Hakim Tolak Permohonan Pengalihan Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut

POPULARITAS.COM – Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak...

HukumNews

Diduga Melanggar Disiplin Berat, BKPSDM Nonaktifkan Sementara Kepala Inspektorat Banda Aceh

  POPULARITAS.COM – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banda...

Exit mobile version