Home News Kudeta, Militer Myanmar Pecat Puluhan Menteri Era Suu Kyi
News

Kudeta, Militer Myanmar Pecat Puluhan Menteri Era Suu Kyi

Share
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. (Foto: REUTERS/Reuters Staff)
Share

POPULARITAS.COM – Junta militer Myanmar (Tatmadaw) memecat belasan menteri dan pejabat kabinet pemerintahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi sehari setelah melakukan kudeta, Selasa (2/2).

Dikutip Reuters, stasiun televisi pemerintah melaporkan militer telah memecat 24 menteri dan wakil menteri kabinet Suu Kyi.

Sebagai gantinya, sejauh ini Tatmadaw juga telah menunjuk nama-nama baru untuk mengisi setidaknya 11 kursi menteri.

Sebelas nama itu di antaranya mengisi jabatan menteri keuangan, menteri kesehatan, menteri informasi, menteri luar negeri, menteri perbatasan, dan menteri imigrasi perbatasan, dan menteri dalam negeri.

Myanmar terus menjadi sorotan dunia setelah militer menahan Aung San Suu Kyi serta pejabat pemerintah sipil lainnya, dan mengumumkan kudeta pada Senin (1/2).

Selain Suu Kyi, Tatmadaw menahan sejumlah pejabat pemerintahan sipil lain seperti Presiden Myanmar Win Myint dan sejumlah tokoh senior partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada Senin dini hari.

Beberapa jam setelah penahanan pejabat, Tatmadaw mengumumkan status darurat militer selama satu tahun melalui stasiun televisi mereka, Myawaddy TV.

Dalam pengumuman itu, militer juga menyatakan kekuasaan pemerintah Myanmar telah diserahkan kepada Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

Kudeta berlangsung setelah militer dan pemerintah sipil Myanmar berselisih selama beberapa bulan terkait hasil pemilihan umum pada 8 November lalu.

Militer Myanmar menganggap pemilu yang dimenangkan oleh Suu Kyi dan partainya, NLD, curang. Tatmadaw menuding ada setidaknya 8 juta pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu kemarin.

Militer pun mendesak Komisi Pemilihan Umum Myanmar memberikan daftar pemilih akhir untuk memverifikasi jumlah suara. Sebelum kudeta berlangsung, Tatmadaw mengancam akan bertindak jika tuntutan mereka tak dipenuhi.

Sumber: CNN

Share

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSosial dan Budaya

Ketum JMSI: Jurnalisme Harus Menempatkan Nilai Kemanusiaan sebagai Fondasi Utama

POPULARITAS.COM – Kemanusiaan harus menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalisme. Bagi insan...

NewsOlahraga

Ini Alasan KONI Aceh Belum Terima Domino sebagai Cabang Olahraga

POPULARITAS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menjelaskan alasan belum menerima...

HeadlineInsfrastrukturNews

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Krueng Keureuto dan Bendungan Rukoh  Perkuat Ketahanan Pangan di Aceh

POPULARITAS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di...

InternasionalNews

Hujan Lebat Guyur Korea Selatan, 758 Dievakuasi dan 1 Orang Hilang

POPULARITAS.COM – Hujan lebat yang melanda Korea Selatan pada Jumat (10/7/2026) membuat...