POPULARITAS.COM – Manajemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pantai Perak, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), membantah adanya perlakuan khusus terhadap mobil tertentu dalam pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi.
“Kita tidak ada mobil spesial, semua sama dan sesuai prosedur, pakai barcode,” ujar Akhyar, Pengawas SPBU Pantai Perak Susoh kepada Popularitas.com, Senin (3/11/2025).
Namun, Akhyar tidak menampik bahwa ada mobil besar yang kerap mendapatkan giliran pertama saat pengisian BBM di SPBU tersebut.
“Kalau itu benar, mungkin kebetulan rumah beliau dekat dengan SPBU, jadi mobilnya selalu tiba lebih dulu. Bukan karena ada perlakuan spesial atau permainan dengan kami,” jelasnya.
Akhyar menegaskan bahwa pihaknya setiap hari melakukan briefing dengan seluruh petugas, sekaligus menekankan larangan keras terhadap praktik-praktik yang melanggar hukum dalam distribusi BBM subsidi.
“Kalau ada kedapatan melakukan permainan, kami akan beri sanksi tegas. Dan bila persoalan itu masuk ranah hukum, kami tidak akan memberikan bantuan apa pun, kecuali petugas menjalankan tugas sesuai SOP,” tegasnya.
Menanggapi kelangkaan solar dan antrean panjang hingga ratusan meter yang sering dikeluhkan masyarakat, Akhyar menjelaskan hal itu terjadi karena meningkatnya kebutuhan di akhir tahun, seperti tambang dan proyek yang mulai berjalan menjelang akhir tahun, semuanya memakai truk-truk.
“Sebenarnya, persoalan mobil tambang ini sudah pernah kita diskusikan dengan DPRK, agar menggunakan dexlite atau BBM industri, tapi belum ada kelanjutannya. Jadi, selama ada barcode resmi, kami tetap layani. Prinsipnya, kami tetap berupaya melayani masyarakat seadil-adilnya,” tutup Akhyar.

Leave a comment