Home News Medco Bantah Keluarkan Bau Gas yang Bikin Warga Aceh Timur Mengungsi
News

Medco Bantah Keluarkan Bau Gas yang Bikin Warga Aceh Timur Mengungsi

Share
Ilustrasi. (bisnis)
Share

POPULARITAS.COM – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) membantah perusahaannya mengeluarkan bau gas yang berdampak luas pada masyarakat sekitar perusahaan.

“Berdasarkan monitoring pekerja Perusahaan di lokasi, hingga Minggu malam tidak ditemukan adanya bau gas,” kata VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi dalam keterangannya, Senin (28/6/2021).

Arif menjelaskan, dari hasil monitoring, perusahaan juga tidak sedang melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bau. Namun, perusahaan terus memonitor aktivitas operasi.

Baca: DPRA Minta PT Medco Ditutup Sementara

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BPMA dan aparat terkait serta berharap dukungan masyarakat, pemerintah serta pemangku kepentingan agar operasi Perusahaan dapat berjalan aman,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 513 warga Desa Panton Rayeuk Sa, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, terpaksa mengungsi akibat paparan bau menyengat dari gas PT Medco E & P Malaka.

Baca:513 Warga Aceh Timur Mengungsi Akibat Bau Menyengat Gas PT Medco

Berdasarkan informasi yang diterima Popularitas.com, mereka mengosongkan rumahnya sejak Minggu malam (27/6/2021) ke kantor camat setempat. Sebab, sebagian mereka mengalami muntah dan mual setelah terhirup gas PT Medco E & P Malaka.

Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPR Aceh, Irfannusir meminta pemerintah untuk menutup sementara PT Medco E&P Malaka Block-A di Kabupaten Aceh Timur, menyusul kembali keluarnya bau yang diduga gas.

“Karena kejadian di Medco ini terus terulang, kita minta pemerintah untuk menutup sementara, sampai ada komitmen mereka menjaga lingkungan,” kata Irfannusir kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Hal yang sama juga terjadi pada pertengahan April 2021 lalu, di mana sejumlah warga dilaporkan menjadi korban akibat keracunan asap flaring gas PT Medco E&P Malaka Block-A.

Politikus PAN itu pun ikut menyesalkan akibat kejadian tersebut. Ia heran perusahaan sebesar Medco bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan jatuhnya banyak korban.

“Memang sangat kita sesalkan perusahaan sebesar Medco bisa mencemari lingkungan dan menyebabkan jatuhnya banyak korban, jika kita  menyalahkan Medco sepenuhnya juga kurang tepat, karena di sana juga terdapat kelalaian pengawasan dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi
News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...

News

BGN Usul Anak Keluarga Kaya Tak Lagi Terima MBG

POPULARITAS.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu program...