POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan akan mengoptimalkan aset di daerah yang belum dimanfaatkan untuk mempercepat program sekolah rakyat. Terkait hal itu, Tito berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menyiapkan lahan pembangunan sekolah rakyat sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangan tertulis Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri yang diterima di Jakarta, Minggu (2/8/2026), Tito mengatakan sekolah rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Diharapkan anak-anak yang bersekolah di sekolah rakyat ini berasal dari desil 1 dan desil 2, yakni 20% masyarakat miskin atau miskin ekstrem. Mereka dipilih agar mendapatkan pendidikan yang baik dan layak sehingga memiliki masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya,” kata Tito.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan kepada guru dan siswa.
Tito menjelaskan, seluruh sekolah rakyat akan dibangun dengan desain yang seragam di berbagai daerah di Indonesia. Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, ruang kelas, ruang guru, hingga lapangan olahraga untuk menunjang proses belajar mengajar.
Menurutnya, program sekolah rakyat merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap anak-anak yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan secara layak.
Ia menegaskan negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan dan pendidikan kepada anak-anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “Saya tahu ini keinginan Bapak Presiden. Beliau memahami betul cita-cita para pendiri bangsa agar negara hadir memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak Indonesia,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tito didampingi Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian. Keduanya menyerahkan bantuan berupa 45 paket sembako untuk guru sekolah rakyat, 88 botol minum (tumbler) bagi siswa, serta secara simbolis menyerahkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) pemula kepada dua siswa.
Tri Tito Karnavian juga mengajak para siswa membiasakan menggunakan botol minum isi ulang guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Bersama para peserta, ia turut melakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.


Leave a comment