Home Editorial Menyikapi perbedaan 1 syawal 1444 hijriyah
EditorialHeadlineNews

Menyikapi perbedaan 1 syawal 1444 hijriyah

Share
Pemerintah tetapkan 1 ramadhan tanggal 12 Maret 2024
ilustrasi. Foto: Riska Z/popularitas.com
Share

PEMERINTAH telah mengumumkan 1 syawal 1444 hijriyah, jatuh pada tanggal 22 April 2023. Maka, dengan demikian, perayaan idulfitri bagi sebagian besar seluruh umat muslim di seluruh Indonesia baru akan dirayakan pada hari Sabtu.

Keputusan tersebut, disampaikan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas usai sidang isbat di Jakarta, Kamis (20/4/2023).

Berbeda dengan ormas Muhammadiyah, jauh sebelum penetapan 1 syawal oleh pemerintah, para pimpinan organisasi itu telah mengumumkan bahwa idulfitri 1444 hijriyah jatuh pada, Jumat 21 April 2023.

Perbedaan antara keputusan pemerintah, dan sikap organisasi Muhammadiyah bukanlah kali pertama terjadi. Namun, hal tersebut telah terjadi beberapa kali terkait dengan penetapan 1 syawal.

Dalam menetapkan 1 syawal, Muhammadiyah menggunakan metode pandangan hilal, sedangkan pemerintah jadikan rukhyatul hilal sebagai dasar. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya perbedaan.

Menurut salah Ketua PP Muhammadiyah Prof Syamsul Anwar, penetapan 1 syawal lewat metode hisab, yakni dengan memanfaatkan teknologi. Sebab, kemajuan ilmu dan pengetahuan dapat digunakan untuk menentukan hal tersebut.

Selain itu juga, kata Prof Syamsul Anwar, pada tanggal 21 April 2023, bulan telah berada di atas nol derajat, dan itu juga jadi salah satu dasar pihaknya menetapkan 1 syawal pada tanggal itu.

Menentukan ketinggian bulan berapapun di atas nol derajat dianggap sebagai masuknya bulan baru, sebab negara Indonesia berada di zona timur bumi, yakni GMT +7, artinya, negara kita berada tujuh jam mendahuli GMT.

Sementara itu, pemerintah Indonesia dalam menetapkan 1 syawal menggunakan kriteria yang merupakan kesepakatan Menteri Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) tahun 2021.

Apaun itu, perbedaan tersebut hendaklah kita sikapi dengan bijak dan dengan semangat toleransi. Harapan kita, tidak ada hambatan bagi Muhammadiyah saat ingin merayakan lebaran 1 syawal pada 21 April 2023.

Begitu juga dengan warga yang Ingin ikut keputusan pemerintah, kiranya tidak mengejak, ataupun mengolok-olok keputusan yang diambil dan yang akan dijalankan oleh organisasi Muhammadiyah.

Prinsip inilah yang harus kita kedepankan, dari perbedaan ini kita dapat mengamil begitu banyak hikmah, dan belajar tentang apaun itu perbedaan, dan seperti apa harusnya kita menjalankan toleransi dalam melihat satu keputusan terkait dengan agama. Selamat idulfitri 1 syawal 1444 hijriyah. (***EDITORIAL)

Share
Tulisan Terkait
News

Mualem Intruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas...

News

Bupati Sibral Malasyi Tunjuk Rahmat Rizal Sebagai Plt Kadis Pertanahan Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Sibral Malasyi menunjuk Kepala Bagian Hukum Rahmat Rizal sebagai...

Ribuan ASN Pemrov Aceh akan dikirim ke Aceh Tamiang
News

Kemenag Pulihkan 776 Rumah Ibadah Lintas Agama Pascabencana Sumatera

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memulihkan sedikitnya 776 rumah ibadah lintas agama...

NewsSyariat Islam

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, secara resmi...