Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Nol KM Banda Aceh, wisata sejarah titik pusat kerajaan Aceh tempo dulu
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Nol KM Banda Aceh, wisata sejarah titik pusat kerajaan Aceh tempo dulu

Share
Nol Kilometer Banda Aceh. FOTO : popularitas.com/Hafiz Erzansyah
Share

POPULARITAS.COM – Menurut literasi sejarah, ditempat ini berawal Kota Banda Aceh didirikan oleh Sultan Johansyah pada 22 April 1205 masehi. Informasi itu juga termuat pada tulisan pada plakat yang ditempatkan di kawasan itu, yakni : “Nol kilometer Banda Aceh. Inilah tempat awal mulanya Kota Banda Aceh sejak didirikan oleh Sultan Johan Syah yaitu pada hari Jumat tanggal 1 Ramadhan 601 H bertepatan dengan 22 April 1205 M”.

Sejak dipugar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Aceh pada 2020, kawasan ini telah berubah jadi salah satu obyek wisata di Banda Aceh. Keberadaannya yang tak jauh dari pusat Kota Banda Aceh, kini ramai dikunjungi warga, terutama pada hari-hari libur.

Dilokasi tersebut, juga telah dibangun monumen berupa tiang-tiang penyanggah berwarna putih dengan tulisan besar diatasnya “Kilometer 0 Banda Aceh”. Terdapat juga satu bangunan lain yang kerap digunakan pelancong untuk istirahat.

Nol Kilometer Banda Aceh, didesain berbentuk taman bermain. Karna itu, kawasan ini kerap digunakan masyarakat untuk membawa keluarga dan anak-anak, sembari wisata juga mengenalkan tentang sejarah kota tersebut.

Lokasinya yang tak jauh dari bibir pantai, membuat kawasan ini alternatif untuk dikunjungi wisatawan. Selain sebagai sarana edukasi, juga bisa melihat panoram pantai dan nelayan-nelayan menangkap ikan dengan cara menarek pukat. Tradisi tarek pukat jadi salah satu hiburan tersendiri jika berwisata ke tempat ini.

Karnanya, saat berkunjung kesini, kita akan dapatkan dua kesempatan sekaligus, yakni wisata sejarah dan juga panorama pantai dan keindahan laut Gampong Jawa yang jaraknya tak jauh dari kawasan Nol Kilometer Banda Aceh. “Sering ke sini bawa anak-anak main, kadang juga beli ikan hasil tangkapan nelayan,” ucap Wahyuni salah seorang warga Gampong Pande, salah satu gampong yang ada di sekitar.

Terkadang, pesepeda yang berolahraga di akhir pekan juga kerap singgah di sini. Karena jalannya yang terhubung hingg ke wilayah Pantai Ulee Lheue, yang memang menjadi rute. 

Titik Nol Kilometer Banda Aceh tersebut tak hanya menjadi sejarah, juga tak hanya sekadar sebagai titik awal pengukuran jarak sebuah batas wilayah.  Letaknya strategis menjadikannya salah satu landmark penting bagi wisatawan dan penduduk setempat. Nol Kilometer Banda Aceh memiliki makna mendalam dalam sejarah Aceh. 

Wisata Nol Kilometer Banda Aceh tidak hanya menarik sebagai tempat sejarah, tetapi juga sebagai tempat untuk merenung dan menghargai perjalanan panjang yang dilalui oleh kota ini. 

Dipugar Kembali Dua Tahun Lalu

Destinasi Nol Kilometer Banda Aceh dipugar kembali sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada Mei 2022 lalu, saat kota Banda Aceh masih dipimpin oleh Aminullah Usman.  Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan lantaran jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kutaraja pasca pandemi Covid-19, meningkat pesan hingga mencapai 123.300 orang. 

Lokasi ini diperindah dengan tambahan tugu, bangunan, serta toilet umum. Tak hanya titik Nol Kilometer Banda Aceh, juga ada beberapa lokasi lainnya yang ikut menjadi perhatian. 

Menurut dia, kala itu, Banda Aceh sebagai ibukota Aceh memerlukan banyak pembangunan lokasi wisata, mulai dari kuliner, taman, tempat bermain anak dan yang lainnya.  “Ini yang akan membuat kota Banda Aceh menjadi kota yang sangat menyenangkan bagi warganya serta wisawatan yang datang,” ungkap Aminullah. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal menambahkan, Titik Nol Banda Aceh telah dijadikan salah satu situs sejarah yang wajib dikunjungi saat di Banda Aceh. Pihaknya sendiri, kerap menggelar berbagai event, seperti marathon, bersepeda dengan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu rute yang dilewati.

Dengan begitu, tambahnya, banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang lebih mengenal kawasan bersejarah di Banda Aceh tersebut. Kedepannya, tempat itu akan terus dikembangkan pihaknya, dengan menggelar berbagai acara dan even tertentu untuk mengenalkan Nol Kilometer Banda Aceh sebagai salah satu destinasi wisata.

Bagi anda yang ingin menikmati pemandangan laut luas, kapal-kapal nelayan berlabuh, atau sekadar bersantai sembari menikmati kopi sore anda, silahkan datang ke sini. 

Share
Tulisan Terkait
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Kadisbudpar Aceh : Warga antusias datang ke Aceh Ramadhan Festival 2026

POPULARITAS.COM – Sejak dibuka pada 1 Maret 2026, kegiatan Aceh Ramadhan Festival...

Aceh Ramadhan Festival digelar 1-7 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, catat jadwalnya
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Aceh Ramadhan Festival digelar 1-7 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, catat jadwalnya

POPULARITAS.COM – Acara tahunan Aceh Ramadhan Festival tahun 2026, kembali digelar oleh...

Kunjungan turis asing ke Aceh naik 33,15 persen
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh

Kunjungan turis asing ke Aceh naik 33,15 persen

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah kunjungan wisatawan...