Home News Pemerintah diminta tambah tenaga medis di Aceh
News

Pemerintah diminta tambah tenaga medis di Aceh

Share
Pasien Covid-19 Membaik Usai Konsumsi Tablet Klorokuin
Ilustrasi, tenaga medis mengambil sampel darah untuk rapid test di Puskesmas Abadijaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (27/3/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Share

POPULARITAS.COM – Pemerhati Sosial dan Politik Aceh, Asrul Abbas, meminta kepada pemerintah untuk menambah jumlah tenaga kesehatan, baik perawat maupun dokter di provinsi paling barat Indonesia itu.

Seruan ini dilontarkan anggota DPR Aceh Periode 2004-2009 itu atas dasar kekhawatiran terkait kapasitas pelayanan kesehatan yang masih terbatas di wilayah tersebut.

Menurut Asrul Abbas, Aceh saat ini masih membutuhkan tenaga kesehatan yang lebih banyak untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Saat ini, jumlah tenaga kesehatan yang ada di Aceh masih terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah penduduknya. Oleh karena itu, dibutuhkan penambahan tenaga medis dan dokter untuk menjaga ketersediaan pelayanan kesehatan yang memadai,” ujar Asrul, Sabtu (4/3/2023).

Asrul mencontohkan, seperti di RSUDZA Banda Aceh, pasien yang berobat atau menjalani perawatan medis membludak setiap harinya. Namun, pelayanannya kurang maksimal akibat terbatasnya tenaga medis.

“Saat ke RSUDZA, saya sempat berbincang-bincang dengan tenaga medis, mereka mengaku bekerja 12 secara sistem shift, menurut saya ini lumayan lama dan lelah, karena yang mereka hadapi pasien,” ujarnya.

Oleh karena itu, Asrul menyarankan agar pemangku kepentingan di Aceh untuk sama-sama mencari solusi agar tenaga medis dan dokter yang sudah mengabdi selama ini dengan status honorer atau kontrak agar dipermudah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Di sisi lain, Asrul juga meminta pemangku kepentingan di Aceh untuk mendesak pemerintah pusat agar mengalokasikan penambahan tenaga medis di daerah ini, baik dengan sistem PPPK maupun PNS.

Bahkan, pria asal Bireuen yang sudah bermukim 17 tahun di Aceh Besar ini menyarankan agar Pemerintah Aceh meminta pusat menyamakan rekrutmen tenaga medis dokter sama seperti rekrutmen TNI dan Polri.

Hal tersebut, menurut Asrul, karena kesehatan adalah komponen yang tak kalah penting bagi ketahanan suatu bangsa dan negara. Dengan banyaknya tenaga medis, maka masyarakat semakin mudah berobat, sehingga terciptanya kondisi yang prima.

“Kalau orang semua sehat, semua bisa mencari nafkah, sehingga terwujudnya masyarakat yang kuat,” tutur Asrul

Share
Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...