POPULARITAS.COM – Masjid Agung Baitul Ghafur, kebanggaan masyarakat Aceh Barat Daya (Abdya) yang dibangun megah dengan anggaran Rp53 miliar, kini menghadapi masalah serius.
Beberapa bagian atap dan plafon masjid terlihat rapuh dan berisiko runtuh.
Masjid yang rampung dibangun pada 2020 dengan dana multiyear DOKA APBK Abdya itu, beberapa kali mengalami kerusakan plafon
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi jamaah, apalagi aktivitas ibadah meningkat selama bulan Ramadhan.
Bukan itu saja, air mancur warna-warni di halaman depan yang dulu menjadi ikon religius, sekaligus destinasi wisata religi utama di Abdya, kini tidak lagi berfungsi.
Air mancur tersebut, dahulu menjadi daya tarik, sehingga kawasan masjid ramai dikunjungi masyarakat bersama keluarga, terutama pada sore hari menjelang magrib sembari melaksanakan shalat magrib di masjid.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Abdya, Muhammad Rasyid, menyampaikan bahwa Pemkab Abdya telah menyiapkan anggaran Rp3,5 miliar dari APBK 2026 beesumber dari DOKA untuk memperbaiki dan memperkuat atap masjid agung tersebut.
“Untuk memperbaiki atap masjid dan kerusakan plafon itu, Pemkab Abdya mengalokasikan anggaran Rp3,5 miliar pada tahun 2026 ini,” ujar Kepala DSI Abdya, Muhammad Rasyid, Senin (23/2/2026).
Keputusan perbaikan menghabiskan anggaran mencapai Rp 3,5 milir itu, katanya, berdasarkan hasil investigasi Tenaga Ahli Struktur, Surya Hermansyah ST MT, Dosen Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala (USK) yang menemukan beberapa faktor kerusakan.
“Pertama, keretakan balok dan lantai plat dak disebabkan mutu beton yang kurang. Bongkahan beton yang sempat jatuh, itu karena sisa pengecoran yang tidak dibersihkan,” ungkapnya.
Bahkan, ia mengakui bahwa sejunlah plafon masjid juga mengalami kerusakan parah, dan terjadi keretakan hampir seluruh balok.
“Retakan membentang hampir di seluruh balok plafon masjid, hingga jaringan listrik pun ikut terdampak,” ungkap Rasyid.
Dia tambahkan, demi keselamatan dan kenayaman jamaah, seluruh aktifitas ibadah dipindahkan ke area tengah masjid.
“Melihat retakan dan risiko atap ambruk, keselamatan jamaah menjadi prioritas kami. Semua aktivitas ibadah sementara dipindahkan ke bagian tengah masjid,” ujar Rasyid.
Ia mengaku, perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh. Atap masjid akan ditingkatkan kemiringannya, dilapisi membran waterproof anti-UV, dan diperkuat dengan injeksi epoksi serta grouting beton.
“Talang dan saluran air di atas diperbaiki total, agar kerusakan yang sama, tidak kembali mengancam jamaah,” katanya.
Ia berharap melalui renovasi ini, Masjid Agung dengan kubah keemasan yang megah itu semakin nyaman bagi jamaah.

Leave a comment