POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali melakukan pergantian 50 pejabat administrator, pengawas, dan kepala sekolah. Dari jumlah tersebut, 30 pejabat mengisi jabatan administrator dan pengawas, sedangkan 20 lainnya dilantik sebagai kepala sekolah.
Pergantian tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Abdya Nomor 572 dan 573 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya.
Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, mengingatkan para pejabat yang baru dilantik, bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, sumpah jabatan bukan sekadar janji kepada pemerintah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan agama.
“Jabatan baru harus membawa semangat baru, kepercayaan baru harus melahirkan kinerja yang baru, dan pelantikan hari ini harus memiliki arti yang bisa dirasakan manfaat nyata, bukan hanya tercatat dalam dokumen kepegawaian,” kata Akli usai melantik puluhan pejabat di Kantor Bupati Abdya, Kamis (20/8/2026).
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan sekadar banyaknya rapat, surat yang diterbitkan, maupun kegiatan yang tercantum dalam laporan.
Pemerintah, kata dia, harus dinilai dari sejauh mana kehadirannya memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat.
Menurut Akli, pejabat yang baru dilantik merupakan bagian dari wajah Pemerintah Kabupaten Abdya. Pelayanan yang baik, penyederhanaan urusan, serta penyelesaian persoalan masyarakat menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah.
“Jangan menunggu perubahan datang dari atas. Mulailah perubahan itu dari tempat saudara diberikan tanggung jawab,” ujarnya.
Akli juga meminta pejabat mempercepat pekerjaan yang memang dapat diselesaikan lebih cepat dan menyederhanakan proses yang dapat dibuat lebih sederhana.
“Kalau ada persoalan yang selama ini dibiarkan berulang, cari akar masalahnya dan selesaikan. Jangan sampai masyarakat harus datang berkali-kali hanya untuk mendapatkan hak pelayanan yang seharusnya mereka terima dengan mudah,” katanya.
Kepada pejabat administrator dan pengawas, Akli meminta mereka menjadi penggerak organisasi agar bekerja lebih tertib, cepat, dan terukur. Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan bawahan.
Sementara kepada para kepala sekolah, Akli meminta tanggung jawab mereka tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
“Jangan hanya membangun sekolah, tetapi bangun anak-anak yang belajar di dalamnya. Gedung bagus dan fasilitas lengkap tentu penting. Tetapi sekolah yang mampu membentuk anak-anak Abdya menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, memiliki akhlak, dan siap menghadapi masa depan jauh lebih penting,” tuturnya.
Akli menegaskan jabatan yang diberikan tidak boleh berhenti pada struktur organisasi. Jabatan harus diterjemahkan dalam bentuk pelayanan, penyelesaian masalah, dan kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya hanya meminta saudara bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, disiplin, terbuka terhadap perubahan, dan berani bertanggung jawab terhadap keputusan yang saudara ambil,” pungkasnya.


Leave a comment