Home News Pengamat : 100 hari kinerja Illiza Afdhal masih sekedar simbolis
News

Pengamat : 100 hari kinerja Illiza Afdhal masih sekedar simbolis

Share
Pengamat : 100 hari kinerja Illiza Afdhal masih sekedar simbolis
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal saat memberi sambutan usai dilantik. Foto : Fauzan | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pengamat Kebijakan Publik, Nasrul Zaman, menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja 100 hari kerja Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal – Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.

Dia menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi, khususnya terkait transparansi anggaran, prioritas pembangunan, serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain, Nasrul Zaman juga menyoroti langkah penertiban papan reklame atau baliho yang sempat menjadi perhatian publik karena aksi Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal yang memanjat tangga secara langsung. “Aksi itu terkesan lebay alias berlebihan,” kata Nasrul Zaman kepada Popularitas.com, Kamis (29/5/2025).

Meski demikian, Nasrul menyatakan bahwa langkah penertiban perlu didukung selama tidak hanya bersifat seremonial. Dia menambahkan, penertiban reklame atau baliho harus konsisten, bukan hangat-hangat tahi ayam.

Menuru Nasrul, penertiban papan reklame harus dilakukan secara adil dan menyeluruh. “Jangan tebang pilih. Semua tiang reklame ilegal harus dibongkar dulu, baru kemudian ditentukan titik-titik yang sah untuk dijual lewat lelang terbuka. Ini bisa menjadi sumber PAD yang signifikan jika dilakukan dengan benar,” ujarnya.

Lebih jauh, Nasrul menekankan pentingnya transparansi anggaran sebagai dasar partisipasi publik dalam pembangunan Kota Banda Aceh.

“Yang kita tunggu-tunggu adalah skala prioritas pembangunan yang muncul dari transparansi anggaran. Dengan begitu, publik bisa memahami target-target awal pemerintahan saat ini dan siap berkontribusi,” ujarnya.

Dalam hal peningkatan PAD, Nasrul menilai Pemkot Banda Aceh terlalu fokus pada kutipan parkir, termasuk penerapan portal parkir di sejumlah wilayah. Ia mengkritik kebijakan ini karena berdampak negatif terhadap pelaku usaha kecil.  “Beberapa wilayah yang dikenakan portal parkir justru membuat usaha rakyat tutup dan mati. Ini kontraproduktif,” katanya.

Sebagai alternatif, Nasrul menyarankan agar Pemkot lebih serius menggarap potensi pajak daerah dari sektor restoran, hotel, dan warung kopi. “Sistem tapping yang mulai digunakan itu langkah bagus, tapi sejauh ini masih sangat terbatas. Harus diperluas dan dimaksimalkan,” ucapnya.

Nasrul berharap ke depan Wali Kota Banda Aceh dapat lebih fokus pada kebijakan strategis yang berdampak luas dan jangka panjang. “Masyarakat ingin melihat hasil nyata, bukan sekadar simbolis,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...