Home News Petani di Aceh Utara Keluhkan Pupuk Subsidi Langka
News

Petani di Aceh Utara Keluhkan Pupuk Subsidi Langka

Share
Ilustrasi, seorang petani Aceh Utara sedang melakukan aktifitas bertani di sawahnya. (Rizkita/Popularitas.com).
Share

POPULARITAS.COM – Petani padi di Aceh Utara mengeluhkan langkanya pupuk subsidi di wilayah itu. Hal tersebut membuat petani terpaksa membeli pupuk non subsidi.

Ayub Ismail (50) salah seorang petani Desa Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara mengatakan, walau harga pupuk non subsidi lebih mahal, namun petani tetap membeli demi kebutuhan dalam bertani.

“Mau tidak mau kami tetap harus beli, apalagi saat ini sudah memasuki tahap pemupukan pada musim tanam padi di awal tahun 2021 di tempat kami,” ujar Ayub Ismail kepada Popularitas.com, Senin (25/1/2021).

Ayub menyebutkan, untuk harga pupuk non subsidi sekitar Rp 70 ribu perkilogram, sedangkan harga pupuk subsidi perkarung dengan berat 50 kilo gram hanya Rp 150 ribu .

“Sementara hitungan perkilogramnya hanya Rp 3000 saja, itu untuk jenis  pupuk NPK  sedangakan pupuk urea perkarung berat 50 kilo gram harganya Rp 120 ribu, harga yang mahal sangat menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pupuk bersubsidi itu langka dan baru ada pada saat masa padi mulai berbuah, itupun kuotanya hanya sebesar 30 persen saja dan hanya mampu untuk kebutuhan satu hektare sawah.

“Padahal satu hektare sawah petani membutuhkan pupuk sebanyak 200 kilo gram, namun kuota pupuk bersubsidi  yang tersedia untuk petani hanya 75 kilo gram saja, selebihnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi walau harganya lebih mahal,”  keluhnya.

Petani berharap kepada pemerintah untuk ditambahnya kuota pupuk subsidi agar petani tidak terlalu terbebani dalam membeli pupuk, apalagi di tengah pandemi Covid 19 seperti ini, petani mengaku sangat kesulitan dalam mengatur perekonomian yang serba kerterbatasan.

Bahkan tak jarang dari mereka harus mengambil pupuk terlebih dahulu dan akan melakukan pembayaran setelah hasil panen laku terjual.

“Kalau harus membeli pupuk non subsidi kami terpaksa ngutang dulu bayar setelah panen, jika tidak seperti itu mau beli pakek apa pupuk yang sangat mahal, kami sangat berharap persoalan yang seperti ini yang sudah terjadi sejak dulu ada solusi dari pemerintah,” pungkasnya,

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version