Home News PM Malaysia di Ujung Tanduk Usai Tawaran Ditolak Oposisi
News

PM Malaysia di Ujung Tanduk Usai Tawaran Ditolak Oposisi

Share
Malaysia Lockdown Dua Pekan Cegah Corona
Muhyiddin Yassin melambai ke arah awak media setelah Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah dari Pahang resmi menunjuknya sebagai perdana menteri pada 29 Februari 2020.(REUTERS/LIM HUEY TENG)
Share

POPULARITAS.COM – Para pemimpin partai oposisi di Malaysia menolak tawaran kerja sama politik dari PM Muhyiddin Yassin dan menuntutnya segera mundur.

Sebelumnya pada Jumat (13/8/2021) Muhyiddin secara terbuka mengakui ia tak memiliki suara mayoritas di Parlemen dan meminta dukungan dalam voting mosi tidak percaya pada September nanti.

Sebagai imbal balik, Muhyiddin menjanjikan tujuh tawaran kepada para pemimpin partai oposisi.

Di antara tujuh penawaran tersebut adalah pembatasan masa jabatan Perdana Menteri menjadi maksimal dua periode, dengan satu periode lima tahun, pengajuan RUU Anti Lompat Partai, serta mengurangi batasan usia pemilih dari semula 21 tahun menjadi 21 tahun.

Hari ini partai oposisi ramai-ramai menolak tawaran tersebut, salah satunya Pakatan Harapan.

“Ini adalah kali pertama dalam sejarah Malaysia seorang Perdana Menteri mengakui ia telah kehilangan suara mayoritas, tapi terus mencari dukungan,” menurut keterangan resmi Pakatan Harapan.

“Pakatan Harapan telah mengambil sikap untuk menolak keras semua tawaran tidak tulus dari Tan Sri Muhyiddin yang seharusnya dilakukan lebih awal dan bukan pada akhir kehidupan politiknya.”

Penolakan juga disampaikan oleh Presiden UMNO Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi dan Presiden Pejuang Tanah Air, Mukhriz Mahathir.

“UMNO tidak bisa mempertimbangkan tawaran dari seseorang yang tidak lagi memiliki legitimasi,” kata Ahmad Zahid dalam keterangan resmi.

Ahmad juga menyarankan masyarakat untuk tetap tenang sampai Yang di-Pertuan Agong melakukan tanggung jawab konstitusionalnya berdasarkan Pasal 40 (2) untuk mengangkat perdana menteri baru dari antara anggota DPR.

Penolakan lain disampaikan oleh Majelis Kepresidenen Pakatan Harapan Anwar Ibrahim (Presiden Partai Keadilan Rakyat), Hj Mohamad Sabu (Presiden Partai Amanah Negara), dan Lim Guan Eng (Presiden Partai Tindakan Demokratik atau DAP) dalam pernyataan pers di Kuala Lumpur, Sabtu.

Selain itu, penolakan yang sama disampaikan oleh Mohd Shafie Apdal (Presiden Partai Warisan), Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (Presiden Partai Aliansi Demokrat Malaysia / MUDA), Baru Bian (Presiden Partai Persatuan Sarawak/PSB) dan Wilfred Madius Tangau (Presiden United Progressive Kinabalu Organization / UPKO).

Parlemen Malaysia sendiri dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada 7 September mendatang.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...