Home Insfrastruktur Presdir PT KRA dan Mualem bahas rencana pembangunan oil refinery di Lhokseumawe
Insfrastruktur

Presdir PT KRA dan Mualem bahas rencana pembangunan oil refinery di Lhokseumawe

Share
Presdir PT KRA dan Mualem bahas rencana pembangunan oil refinery di Lhokseumawe
Presdir PT Korina Refinery Aceh (PT KRA) Teuku Badruddin Syah saat bertemu Mualem bahas pembangunan Oil Refinery di Lhokseumawe, Selasa 29 Juli 2025 di Jakarta. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Direktur PT Korina Refinery Aceh (PT KRA) Teuku Badruddin Syah, Selasa 29 Juli 2025 malam, bertemu dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Jakarta. Keduanya membahas rencana pembangunan oil refinery di Lhokseumawe.

Pembangunan Oil Refinery Lhokseumawe sendiri, program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Proyek tersebut, bagian dari total investasi senilai Rp232 triliun di 18 proyek hilirisasi di seluruh Indonesia.

Direktur PT KRA Teuku Badruddin Syah dalam keterangannya kepada popularitas.com, Rabu (30/7/2025) mengatakan, pada pertemuan dirinya dengan Mualem karib Gubernur Muzakir Manaf disapa, pihaknya membicarakan aspek rencana strategis kedepan, terutama pemanfaatan sumber daya alam Aceh untuk kemakmuran rakyat.

Pada kesempatan itu juga, sambungnya lagi, dirinya selaku Presdir PT KRA, serahkan dokumen contruction plan dan financial closing perusahaan kepada Mualem.

“Ada banyak hal yang tadi kami diskusikan. Selain soal pembanguna oil refinery, bahasan penting soal pemanfaatan sumber daya alam Aceh untuk rakyat,” katanya.

Lewat diskusi itu, sebutnya lagi, dirinya dan Mualem rencana akan menemui Presiden RI Prabowo Subianto. Hal itu dimaksudkan, agar Proyek Strategis Nasonal (PSN) pembangunan oil refinery di Lhokseumawe bisa segera diterbutkan Keputusan Presiden (Keppres).

“Harapan kita, oil refinery di Lhokseumawe bisa segera terbit Keppres. Jadi, pembangunannya bisa segara dijalankan,” tandasnya.

Harapan kita, jika Keppres sudah terbit, pihaknya bisa langsung action. Langkah itu sangat petning agar realisasi pembangunan bisa segera jalan, paparnya.

Proyek oil refinery itu sendiri, tentu berdampak pada penyerapan tenaga kerja, dan sekaligus memberikan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi di provinsi ujung barat Sumatra itu, tambahnya kemudian.

Dia jelaskan lagi bahwa, dari hitungan yang telah dilakukan PT KRA, proyek oil refinery di Lhokseumawe akan butuhkan 15 ribu tenaga kerja pada masa kontruksi. Kemudian, 1.200 pekerja migas saat produksi. “Kita targetkan pembangunan kontruksinya 3,5 tahun dan comissioningnya 6 bulan,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Insfrastruktur

Hadir di IPA Convex ke-50, BPMA perkuat kolaborasi pengembangan industri migas di Aceh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), kembali berpartisipasi pada even bergengsi,...

EkonomiInsfrastrukturNews

Prabowo Janji Bangun 1 Juta Rumah untuk Buruh di May Day 2026

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan komitmen membangun minimal 1 juta rumah buruh...

Insfrastruktur

Prabowo Pimpin Ratas Percepat Perencanaan Giant Sea Wall di Pantura

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka untuk...

Insfrastruktur

Edi Saputra ditunjuk jadi Plt Kadis PUPR Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya tunjuk pelaksana tugas (Plt) pada sejumlan instansi...

Exit mobile version