Home News Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp12,8 miliar di Aceh Barat Daya tak rampung dikerjakan
News

Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp12,8 miliar di Aceh Barat Daya tak rampung dikerjakan

Share
Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp12,8 miliar di Aceh Barat Daya tak rampung dikerjakan
Share

POPULARITAS.COM – Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dipastikan tak rampung meski masa kontrak berakhir pada Desember 2025. 

Proyek bernilai Rp 12,8 miliar itu, hingga kini masih menyisakan sekitar 20 persen pekerjaan.

Pengawas Proyek dari PT Viola Cipta Mahakarya, Rahmat, mengakui keterlambatan tersebut. 

Ia menyebutkan bahwa kontrak proyek telah diperpanjang melalui adendum selama tiga bulan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. “Kontraknya sudah diperpanjang tiga bulan,” ujar Rahmat kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, progres fisik baru mencapai 80 persen. Pekerjaan yang belum dituntaskan meliputi pembangunan jembatan perahu dan akses jalan kawasan Kampung Nelayan, yang justru merupakan infrastruktur vital bagi aktivitas nelayan.

Rahmat juga mengungkapkan bahwa pihak rekanan telah dikenakan denda keterlambatan per hari. Namun hingga kini, besaran denda yang harus dibayarkan belum diketahui secara pasti. “Kami sudah dikenakan denda harian, tapi rinciannya belum kami terima,” katanya.

Selain keterlambatan, proyek ini juga mengalami pengurangan item pekerjaan. 

Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dipastikan tidak jadi dikerjakan tahun ini dan dikeluarkan dari paket proyek Kampung Nelayan Abdya, sesuai arahan dari Kementerian terkait.

“SPBN ditunda dan tidak masuk lagi dalam pekerjaan tahun ini. Kemungkinan baru diusulkan pada tahun berikutnya,” jelas Rahmat.

Untuk diketahui, anggaran Rp 12, 8 miliar itu, dipergunakan untuk  beberapa item pembangunan, seperti jembatan perahu, bangunan pos, gedung beku, cool box, pabrik es, docking kapal, shelter, tower air, WC umum, tong sampah, kantor SPBN, balai nelayan, kios nelayan, revetment, serta gapura utama.

Molornya proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait perencanaan, pengawasan, serta efektivitas pelaksanaan proyek strategis yang digadang-gadang untuk mendukung kesejahteraan nelayan di Abdya.

Molornya proyek di Kabupaten Abdya bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, pembangunan jalan hotmix di beberapa titik dengan nilai anggaran lebih dari Rp7 miliar juga mengalami keterlambatan.

Hal serupa turut terjadi pada sejumlah proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang hingga kini belum rampung meski masa kontrak telah berakhir pada Desember 2025. Padahal, sejumlah proyek tersebut, merupakan proyek  prioritas dan strategis Bupati Abdya, Dr Safaruddin.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version