POPULARITAS.COM – Usia, bukan penghalang bagi seorang hamba untuk menunaikan rukun islam. Itulah cermin, Ramla Sali. Perempuan renta dari Gampong Blang, Darussalam, Langsa itu, berangkat ke tanah suci di umur 102 tahun. Pencapaian hidup yang panjang dan luar biasa.
Meski usianya lebih dari satu abad, Ramlah Sali tampak masih kuat. Bahkan, semangatnya, tak tampak dari umurnya yang telah melebihi 100 tahun.
Ramlah tercatat sebagai jemaah haji tertua asal Aceh tahun 2026. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 Embarkasi Aceh yang dijadwalkan berangkat menuju Arab Saudi pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 04.40 WIB.
Saat ditemui di Asrama Haji Aceh, nenek Ramlah tampak tenang. Senyum tak lepas dari wajahnya ketika ditanya perasaannya menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
“Senang (perasaannya),” ucap nenek Ramlah Sali kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Meski usianya lebih dari satu abad, Ramlah mengaku masih bisa beraktivitas sendiri. Ia bahkan masih memasak dan mengurus pekerjaan rumah.
“Masak-masak, nanti pulang anak makan,” katanya.
Ramlah memiliki 13 anak yang selama ini menjadi penyemangat terbesar dalam hidupnya. Dukungan keluarga pula yang membuatnya mantap berangkat haji di usia senja.
“Di bilang anak jangan pikir lah itu, tetap pergi,” ujarnya menirukan dukungan anak-anaknya saat mendapat kabar keberangkatan haji.
Perjalanan menuju Tanah Suci ternyata bukan hal instan bagi Ramlah. Ia menabung sedikit demi sedikit dari uang pemberian anak-anaknya. Uang itu awalnya diberikan sekadar untuk jajan sehari-hari.
“Anak bilang ini untuk jajan mak. Tapi ditabung dikit-dikit di rumah,” katanya.
Tabungan itu disimpannya sendiri di lemari rumah. Tanpa disadari, uang yang terus dikumpulkan perlahan cukup untuk mendaftar haji. “Sudah dua tahun, sudah cukup daftar haji,” tuturnya.
Semangat Ramlah menjalani ibadah juga terlihat saat mengikuti manasik haji. Ia rutin pergi bersama anaknya dengan sepeda motor.
“Bonceng naik kereta sama anak. Kadang hari Sabtu pergi, hari Minggu pergi (manasik),” katanya.
Di tengah keterbatasan usia, Ramlah mengaku hanya meminta kekuatan kepada Allah agar diberi kemampuan menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. “Kita minta kepada Allah, sanggup,” ujarnya lirih.
Menariknya, perempuan 102 tahun itu mengaku tidak memiliki resep khusus untuk menjaga kesehatan.
“Cuma enggak mau makan kangkung, bayam enggak kumakan,” ujarnya.
Menjelang keberangkatan, Ramlah berharap diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Bagi dirinya, haji bukan sekadar perjalanan, tetapi kesempatan untuk memperbanyak amal di penghujung usia. “Selamat, minta sehat, bisa kita buat amal itu aja,” tutupnya.

Leave a comment