POPULARITAS.COM – Kayu-kayu gelondongan berkualitas tinggi material banjir bandang yang menumpuk dan menimbun Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu, Pidie Jaya, sepanjang sekira 1 Km, lenyap dari lokasi.
Gelondongan kayu yang menumpuk selama ini dipindahkan ke pinggir sungai saat proses normalisasi pasca banjir bandang itu.
kayu-kayu dengan kualitas tinggi yang menumpuk dipindahkan ke pinggir sungai baik di wilayah Gampong Mancang dan Dayah Usen maupun di desa-desa di sepanjang sungai Krueng Meureudu itu.
Amatan popularitas.com, kayu-kayu berukuran besar yang ditumpuk di pinggir sungai wilayah di Gampong Dayah Usen dan Mancang tampak “lenyap” dari lakosi. Hanya tersisa beberapa saja yang masih bertahan.
Sejumlah saksi menyebutkan, gelondongan kayu berkualitas tinggi di Gampong Dayah Usen dan Mancang, Kecamatan Meurah Dua, diangkut gunakan mobil truck.
Pengambilan gelondongan itu dilakukan selama dua hari, terakhir diangkut pada Rabu 31 Desember 2025. “Kami yang korban, rumah kami yang rusak akibat, tetapi kayu diambil untuk mereka,” ucap sejumlah warga.
Pengawas lapangan PT. Adhikarya, Sumarno, mengaku tidak mengetahui ihwal kayu-kayu tersebut.
Pihaknya hanya bertugas melakukan normalisasi DAS Krueng Mereudu yang tertimbun kayu dan Lumpur. “Intruksi atasan kami hanya normalisasi sungai. Material kayu yang mengganggu dipindahi ke pinggir. Selebihnya bukan lagi ranah kami,” katanya.

Leave a comment