Home Internasional Selat Hormuz kembali panas usai Iran serang tiga kapal minyak afiliasi Amerika Serikat
Internasional

Selat Hormuz kembali panas usai Iran serang tiga kapal minyak afiliasi Amerika Serikat

Share
Militer Iran klaim berkuasa penuh atas Selat Hormuz
Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan . FOTO : (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Share

POPULARITAS.COM – Tiga kapal tanker yang diduga terafiliasi dengan Amerika Serikat, diserang oleh AL Iran dari Koors Garda Revolusi/IRGC. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu 5 September 2026.

IRGC mengklaim serangan itu, sebagai aksi balasan atas Amerika Serikat yang menyerang kapal-kapal Iran.

Menurut keterangan IRGC, Ketiga kapal tanker yang diserang di selat tersebut sedang melintasi jalur perairan itu melalui rute yang “tidak sah”, kata angkatan laut tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Sepah News, saluran berita resmi IRGC, seraya menambahkan bahwa tiga kapal lainnya terkena serangan di wilayah lain.

Angkatan laut tersebut juga mendesak semua kapal di Teluk dan di dekat Selat Hormuz untuk tidak “tertipu” oleh Angkatan Darat AS dan menghindari setiap pergerakan mencurigakan untuk melintasi jalur perairan itu melalui rute yang “tidak sah”, jika tidak, mereka akan menjadi sasaran.

Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita milik negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa tiga kapal tanker minyak Iran diserang oleh Angkatan Darat AS di lepas pantai selatan Iran.

Setelah insiden tersebut, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, memperingatkan AS agar tidak melanjutkan serangannya terhadap kapal-kapal Iran serta blokade laut terhadap negara tersebut.

“Jika tindakan berniat buruk dan tindakan dalam menciptakan ketidakamanan serta gangguan terhadap kapal-kapal Iran, serta blokade laut anti-Iran terus berlanjut, serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap kapal-kapal militer AS di kawasan tersebut akan menjadi lebih parah daripada sebelumnya, dan ada kemungkinan serangan tersebut meluas,” kata Zolfaghari dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, melarang kapal-kapal yang terkait dengan AS atau Israel, sementara pasukan AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan kapal-kapal menuju atau dari sejumlah pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Bukan Cuma Prancis, 8 Negara Eropa Ini Ikut Dilanda Demo

POPULARITAS.COM – Gelombang demo Prancis pada Sabtu (17/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026) berlangsung...

InternasionalNews

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis, Bernard Baudoux, dipukuli pemukim Israel saat...

InternasionalNews

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

POPULARITAS.COM – Rumor mengejutkan sempat menghebohkan dunia maya setelah beredar kabar mengenai...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...