Home News Edukasi Selubung Kain Putih, film karya sineas Aceh ditayangkan di JFW 2024
Edukasi

Selubung Kain Putih, film karya sineas Aceh ditayangkan di JFW 2024

Share
Selubung Kain Putih, film karya sineas Aceh ditayangkan di JFW 2024
Poster film "Selubung Kain Putih" karya sineas Aceh yang bakal tayang perdana di festival film internasional Jakarta Film Week. FOTO : Ist
Share

POPULARITAS.COM – Selubung Kain Putih, film pendek garapan sineas Aceh, resmi ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Jakarta Film Week (JFW) 2024. Film yang yang disutradarai Azhari dan Ihan Sunrise itu menceritakan tentang Mawa Siah seorang tetua adat yang berjuang menjaga hutan.

Produser Film Selubung Kain Putih, Jamaluddin Phonna dalam keterangannya mengatakan, pihaknya sangat bersyukur film garapan mereka bisa tayang di ibu kota.“Alhamdulillah, akhirnya film ini selesai dan bisa ditontong dan ditayangkan di Jakarta Film Week 2024,” katanya dikutip dari laman Antara.

Ia berharap masyarakat Aceh yang berada di Jakarta bisa menikmati film tersebut di Bioskop CGV Grand Indonesia 26 Oktober nanti. Jamal menyampaikan film ini merupakan hasil pitching Adoc Production di Indonesiana TV pada Program Layar Cerita Perempuan Indonesia (LCPI) 2024. “Alhamdulillah, dari ratusan naskah film yang ikut pitching dari seluruh Indonesia, Selubung Kain Putih terpilih bersama 19 naskah lainya,” ujar Jamaluddin.

Produksi film Selubung Kain Putih diproduksi selama empat hari di Gampong Siron dengan semua artis dan kru asal Aceh, antara lain Cut Rana, Munawar, dan Mai Munzir yang dikenal sebagai penyanyi dengan lagu-lagu kritisnya.

“Kami memilih Gampong Siron sebagai lokasi untuk suting film ini karena secara lokasi memang cocok, banyak hutan dan pohon-pohon besar. Lalu alasan lain karena masyarakat Gampong Siron punya kearifan lokal yang sama dengan karakter di film ini,” kata Jamal.

Film ini disutradarai oleh Azhari dan Ihan Sunrise sebagai penulis naskah. Berdurasi 12 menit, Selubung Kain Putih bercerita tentang Mawa Siah, seorang tetua adat yang berjuang menjaga hutan dari penebangan liar.

Sementara itu Azhari selaku sutradara film tersebut menjelaskan karya mereka itu mengambil latar cerita sebuah pemukiman masyarakat adat yang menjaga keseimbangan hubungan manusia dan alam,  dimana pohon-pohon besar yang ada di hutan mempunyai sumbangsih besar untuk kehidupan manusia.

Film itu juga dikemas dengan tradisi kepercayaan masyarakat yang masih menghargai makam para ulama, sehingga karakter-karakter yang dimainkan baik antagonis maupun protagonis memiliki kesamaan.

“Dimana karakter para penebang pohon yang hanya mencari sesuap nasi untuk istrinya, juga harus menyerah ketika karakter Mawa Siah harus melakukan pembakaran kemenyan untuk menyelamatkan sebuah pohon besar dari para penebang,” kata Azhari.

Share
Tulisan Terkait
EdukasiNews

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

POPULARITAS.COM – Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah masih melaksanakan kegiatan...

EdukasiNews

Mengenal Kaha, Transportasi Kota Banda Aceh Tempo Dulu

POPULARITAS.COM – Kaha nyaris tidak lagi diketahui. Bahkan banyak generasi muda di...

256.369 pelajar lulus SNBT 2026 di 145 perguruan tinggi negeri di Indonesia, berikut link pengumumannya
Edukasi

256.369 pelajar lulus SNBT 2026 di 145 perguruan tinggi negeri di Indonesia, berikut link pengumumannya

POPULARITAS.COM – Sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)...

UTBK-SNBT 2025 perguruan tinggi diumumkan hari ini, simak cara mengeknya
Edukasi

UTBK-SNBT 2025 perguruan tinggi diumumkan hari ini, simak cara mengeknya

POPULARITAS.COM – Pengumuman ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK-SNBT)...