Status Gunung Burni Telong yang berlokasi di Kabupaten Bener Meriah, kini diturunkan ke Level I (Normal). Hal ini didasarkan pada pengamatan visual dan instrumental, terhitung sejak Senin, 8 September 2025 pukul 09.00 WIB.
Meski demikian, Badan Geologi tetap merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki tidak bermalam di area kawah serta menghindari daerah fumarola atau solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan karena potensi bahaya gas beracun.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengatakan status aktivitas Gunung Burni Telong di Kampung Gemasih, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, resmi diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal).
Menurut Tagore, penurunan status tersebut berdasarkan hasil evaluasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencatat adanya tren penurunan kegempaan dalam beberapa pekan terakhir.
“Dari hasil pengamatan, aktivitas Gunung Burni Telong menunjukkan kondisi normal. Aktivitas kawah sangat rendah dan tidak teramati adanya hembusan asap, sehingga menandakan tekanan serta aktivitas magma tidak menerus ke permukaan,” kata Tagore dalam keterangan tertulisnya seperti diterima AJNN, Selasa, 9 September 2025.
Sebagai informasi, Gunung Burni Telong merupakan gunung berapi aktif yang populer sebagai tujuan pendakian di Aceh. Pada awal Agustus 2025 lalu, status gunung ini sempat dinaikkan ke Level II (Waspada), sehingga pendaki dilarang mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer.

Leave a comment