Home Hukum Tak cukup bukti dan saksi, kuasa hukum minta Polda Metro Jaya SP3 kasus Firli Bahuri
Hukum

Tak cukup bukti dan saksi, kuasa hukum minta Polda Metro Jaya SP3 kasus Firli Bahuri

Share
Tak cukup bukti dan saksi, kuasa hukum minta Polda Metro Jaya SP3 kasus Firli Bahuri
Ketua KPK RI non-aktif Firli Bahuri saat beri keterangan pers usai diperiksa oleh Mabes Polri, Jumat (1/12/2023). FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Ian Iskandar, kuasa hukum Firli Bahuri meminta penyidik Polda Metro Jaya, untuk menghentikan dan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait dengan perkara yang membelit kliennya tersebut.

Permintaan itu disampaikan Ian, sebab kasus tersebut tidak memenuhi syarat formil dan materil, yakni tidak ada bukti dan saksi sebagaimana diatur dalam pasal 109 ayat 2 UU 8/1981 tentang hukum acara pidana.

“Polda Metro Jaya hanya punya pilihan menerbitkan SP3 terkait dengan kasus Firli Bahuri,” kata Ian Iskandar dalam keterangannya kepada popularitas.com, Jumat (3/1/2025) di Jakarta.

Dia menerangkan, berkas perkara Firli Bahuri yang dilimpahkan ke jaksa, telah dikembalikan sebanyak 4 kali oleh jaksa penuntut. Salah satu poin yang berlum dilengkapi dalam berkas itu, yakni belum adanya pemeriksaan terhadap saksi yang melihat, mendengar dan mengetahui, serta mengalami sendiri setidaknya dua orang saksi.

“Jadi, berkas Firli tidak memenuhi syarat materil, sebab tidak ada saksi,” katanya.

Di dalam berkas perkara yang diajukan Polda Metro Jaya mencakup keterangan dari 123 orang yang telah dimintai keterangan oleh penyidik. Petunjuk Jaksa dapat dimaknai bahwa penyidik belum memenuhi alat bukti keterangan saksi karena pihak-pihak yang telah dijadikan saksi dalam berkas perkara ternyata tidak masuk dalam syarat dan kriteria sebagai saksi. 

Karena itu, kata Ian lagi, sampai sekarang berkas perkara tidak memenuhi syarat materiil yang artinya tidak ada alat bukti,  dan demikian perkaranya tidak ada.

“Perkara yang disangkakan kepada Pak FB tidak ada saksi. Bagaimana mau memenuhi syarat materiil. Doktrin hukum menyatakan unnus testis nullus testis, satu saksi bukanlah saksi. Satu saksi saja bukanlah saksi. Ini saja tidak ada saksi,” masih kata Ian.

Prinsip “satu saksi bukanlah saksi” diatur dalam Pasal 185 ayat 2 KUHAP yang berbunyi bahwa keterangan seorang saksi tidaklah cukup untuk membuktikan kesalahan terdakwa sebagai perkara yang didakwakan. 

Pada bagian lain, Ian mengatakan, Pasal 138 UU 8/1981 tentang Hukum Acara Pidana mengatur bahwa dalam waktu 14 hari penyidik harus menyerahkan berkas ke Kaksa. 

Tapi sampai saat ini, penyidik PMJ belum bisa melengkapi petunjuk Jaksa. Khususnya alat bukti keterangan saksi. “Tidak ada bukti keterangan saksi maka berkas tidak memenuhi syarat materiil. Harus  segera SP3,” tegas Ian Iskandar.

Share
Tulisan Terkait
HukumNews

Kuntadi, Jampidsus Baru yang Resmi Gantikan Febrie Adriansyah

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

Hukum

Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan

POPULARITAS.COM – Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil...

Hukum

Bahas revisi UUPA, Ketua DPRA Zulfadhli temui Menko Yusril Ihza Mahendra

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Jumat 17 Juli 2026, temui Menteri...

Exit mobile version