Home Feature Tangis tertahan Ali Imran di Aceh Tamiang
FeatureHeadlineNews

Tangis tertahan Ali Imran di Aceh Tamiang

Share
Tangis tertahan Ali Imran di Aceh Tamiang
Kol Inf Ali Imran saat bersama prajuritnya di Kodim 0117/Aceh Tamiang, Senin 8 Desember 2025. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Ali Imran, satu-satunya Danrem yang super sibuk ditengah bencana menghumbalang Aceh. Sebagai Komandan Korem 011/Lilawangsa, yang kekuasaan teritorialnya dari Pidie hingga ke Aceh Tenggara, pria Alumni Akmil 2000 itu, rasakan betul kepedihan prajuritnya saat banjir bandang melanda.

Ya, wajar tentu, wilayah teritorial Ali Imran merupakan wilayah terparah terpapar bencana. Sebut saja, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, adalah kawasan paling berat kala luapan air meluluhlantakkan permukiman warga.

Pria yang habiskan karir prajuritnya di Kopassus itu, tak bisa tidur meski sebentar. Ia menghabiskan hari dan waktu dengan melihat situasi pasukannya. Tak hanya itu, tugas-tugasnya juga harus membantu warga, membuka isolasi, dan juga memastikan akses dan sarana vital dapat dibuka demi kelancaran logistik.

Pada Senin 8 Desember 2025, Ali Imran mendatangi Markas Kodim 0117/Aceh Tamiang. Di tempat itu, pria kelahiran Bireuen itu, tak kuasa menahan haru. Ia menahan tangis, itu tampak dari wajahnya.

Wajah ia menahan tangis. Di Aceh Tamiang, Markas Kodim porak poranda, rumah-rumah prajurit rata dengan tanah. Bahkan, tak sedikit keluarga tentara yang kehilangan istri dan anak-anaknya.

salah satunya, Serma Edy Haryanto. Prajurit yang bertugas di Kodim Aceh Tamiang itu, kehilangan istri dan tiga anaknya. Kala bencana menghumbalang, pria itu sedang menjalankan tugasnya. “Malam itu, saya piket di markas,” katanya kepada Ali Imran sang komandannya.

Pertemuan Ali Imran dan Serma Edy Haryanti diliputi duka. Danrem 011/Lilawangsa itu, merasakan benar penderitaan prajuritnya. Mereka tak hanya kehilangan harta benda, tapi juga keluarga yang dicintai.

Begitu Serma Edy Hayanto bertutur kisahnya kehilangan istri dan tiga anaknya, raut wajah Ali Imran tak kuasa menahan kesedihan. Meski air matanya tak tumpah, matanya memerah.

Kata Edy Haryanto, saat bencana terjadi, dia sama sekali tak punya firasat apapun. Malam itu, ia pamit dan meninggalkan istri serta ketiga anaknya untuk piket di Markas Kodim.

Saat sedang piket, tiba-tiba mati lampu, hujan mengguyur dengan deras. Ia ingin pulang, tapi tugasnya belum usai. Tiga anaknya, Muhammad Zikri (12), Azkiya Nurrizki (16), dan Dea Alfionika (26), serta istrinya Eka Suyanti (45), malam itu pukul 22.00 WIB sudah terlelap.

Saat sedang piket, ia mendapatkan kabar rumahnya roboh dari tetangganya. Dirinya mengaku schok berat, dan segera pamit minta izin pulang melihat rumah dan keluarga.

Seketika lututnya bergetar saat tiba di depan rumahnya. Serma Edy melihat bangunan tempat Ia tinggal bersama istri dan tiga anaknya tinggal puing. Dia berteriak, memanggil ketiganya, namun tak ada suara jawaban. Seluruh keluarganya meninggal tertimbun lumpur tanah dan material.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Diduga Melanggar Disiplin Berat, BKPSDM Nonaktifkan Sementara Kepala Inspektorat Banda Aceh

  POPULARITAS.COM – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banda...

News

2.119 Gempa Susulan di Flores NTT, Masyarakat Diminta Waspadai Bangunan Rusak

POPOULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 18 Agustus...

HukumNews

Kajati Aceh Melantik Rajendra Dharmalinga sebagai Kajari Pidie

POPULARITAS.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah, melantik dan mengambil sumpah...

InternasionalNews

Presiden Iran Kirim Pesan Belasungkawa untuk Gempa NTT  dan Tawarkan Bantuan

POPULARITAS.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa bumi...

Exit mobile version