Home Kesehatan Ternyata Masker Hijau Tak Ampuh Halau Kabut Asap
KesehatanNews

Ternyata Masker Hijau Tak Ampuh Halau Kabut Asap

Share
Ilustrasi.
Share

(popularitas.com) – Buntut dari kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan membuat sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, dan sulit melakukan aktivitas di luar rumah. Hal ini tentu tidak terlepas dari kabut asap yang masih menyelimuti daerah mereka.

Karenanya, untuk mencegah terjadinya Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap, Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker. Tapi, tidak semua masker bisa menghalau kabut asap, hanya masker N95 yang mampu.

Sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang belum mengetahui fungsi dan tata cara menggunakan masker tersebut. Dokter Agus mengatakan bahwa masker N95 disarankan untuk kasus-kasus kebakaran hutan, karena dapat menyaring partikel halus berukuran 0,5-2.5 mikron sampai dengan 95 persen.

“N itu artinya non-oil based partikel atau partikel yang tidak mengandung minyak. Sementara 95 artinya dapat menyaring partikel halus hingga 95%,” tuturnya, Selasa, 24 September 2019.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia-RSUP Persahabatan ini melanjutkan, memang dari segi harga masker N95 relatif lebih mahal, namun bila digunakan secara benar masker ini jauh lebih efektif dibanding simple masker atau masker biasa yang hanya mampu menyaring sekitar 30%-40% partikel halus seperti kabut asap kebakaran.

Kendati demikian, Agus menegaskan, tidak semua populasi atau individu bisa menggunakan masker N95. Contohnya anak-anak, ibu hamil, orang tua, atau orang yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.

“Kelemahan masker ini harus digunakan dalam kondisi benar-benar rapat. Jadi tidak nyaman karena bisa menyebabkan tahanan dalam bernapas atau breathing resistance. Ibu hamil, anak-anak, dan orang tua itu kan membutuhkan pernapasan yang lebih lega,” ungkap Dokter Agus.

Agus juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan, untuk terus melakukan pemantauan kualitas udara. Bila kondisi Air Quality Index (AQI) tidak sehat atau menyentuh angka lebih dari 150, sebaiknya menggunakan masker N95 bila terpaksa beraktivitas di luar rumah.

Sumber: Okezone

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Prabowo Ungkap Kunci Perdamaian ASEAN Di Forum Ekonomi Rusia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dialog dan musyawarah menjadi kunci dalam...

News

Basarnas Banda Aceh Dorong Sekolah Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

POPULARITAS.COM  — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mendorong penguatan kesiapsiagaan...

NewsTransportasi dan Logistik

Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang

POPULARITAS.COM  – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terus melakukan percepatan terwujudnya rute...

News

Mualem Intruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas...