Home News Tujuh warga negara asing yang ditangkap di Aceh Barat berasal dari Vietnam
News

Tujuh warga negara asing yang ditangkap di Aceh Barat berasal dari Vietnam

Share
Tujuh warga negara asing yang ditangkap di Aceh Barat berasal dari Vietnam
Polisi amankan tujuh warga negara asing di Aceh Barat. Foto: Ist
Share

POPULARITAS.COM – Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh mengamankan tujuh orang warga negara asing (WNA) yang diduga kuat melakukan tindak pidana Mineral dan Batubara (Minerba) di Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Kepala Seksi Intelijen Kantor Imigrasi Non TPI Kelas II Meulaboh, Aceh Barat, Iskandar mengatakan, ketujuh WNA yang ditangkap itu berasal dari Vietnam.

“Benar ada penangkapan terhadap tujuh orang WNA asal Vietnam, saat ini ketujuh WNA tersebut masih berada di Mapolres Aceh Barat guna dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Iskandar, dikutip dari laman Antara, Kamis (19/1/2023).

Ia menjelaskan, ketujuh WNA tersebut sebelumnya ditangkap petugas kepolisian pada Selasa (17/1) sekitar pukul 15.00 WIB dalam operasi penertiban tambang ilegal di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat dan hingga saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Ada pun ketujuh warga negara Vietnam yang saat ini masih dimintai keterangan di Mapolres Aceh Barat diantaranya Pham Dhnh Bien (33) menjabat sebagai maintenance manager, Hoang Van Chinh (37) jabatan maintenance manager, Nguyen Cao Thang (36) dengan jabatan sebagai Pyrometallurgy Consultant.

Kemudian Vu Ngoc Duc (32) dengan jabatan Undergroud Mining Specialist, Vu Dinh Quang (34) dengan jabatan Undergroud Mining Specialist, Pham Dinh Tu (40) Jabatan Technical Advisor, serta Pham Dinh Tao (60) dengan jabatan sebagai Technical Expert Development Consultant.

Iskandar juga mengatakan ketujuh warga negara Vietnam tersebut merupakan pemegang Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) sebagai tenaga ahli di perusahaan PT Indotama Minergi Solution (IMS).

“Kalau secara dokumen keimigrasian ketujuh warga negara Vietnam tersebut merupakan pemegang Kitas sah, kalau soal ketenagakerjaan ini ranahnya pemerintah daerah dan kepolisian,” kata Iskandar.

Iskandar juga mengakui sejak berada di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2022 lalu, perusahaan yang mempekerjakan ketujuh warga negara Vietnam tersebut sama sekali tidak pernah melaporkan kegiatannya secara berkala ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh.

Padahal sesuai Undang-Undang tentang Keimigrasian, kata Iskandar, setiap perusahaan yang mempekerjakan warga negara asing (WNA) wajib memberikan laporan kepada Imigrasi terkait aktivitas yang dilakukan, kata Iskandar.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat AKP Riski Adrian yang dikonfirmasi ANTARA terkait penangkapan ketujuh WNA Vietnam tersebut, hingga berita ini ditulis belum bersedia memberikan keterangan pers.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh awak media di Aceh Barat, penangkapan ketujuh WNA Vietnam tersebut diduga terkait pelanggaran penambangan emas di luar wilayah yang diizinkan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version