POPULARITAS.COM – Dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di sebuah daycare yang diduga berada di Banda Aceh dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat seorang balita mendapat perlakuan kasar dari oknum pengasuh tersebut.
Dalam rekaman pertama, seorang pengasuh mengenakan pakaian hitam dan jilbab abu-abu tampak menangani seorang anak yang sedang menangis. Awalnya, anak tersebut menangis saat wajahnya dilap. Namun tangisnya semakin menjadi ketika pegawai itu mengelap muka dan mengganti pakaian anak dengan cara yang terlihat kasar, sambil memegang bagian kepala.
Sementara dalam video kedua, ada pengasuh yang mengenakan baju putih dan jilbab pink terlihat menyuapi seorang anak yang terus menangis. Dalam tayangan yang beredar, anak tersebut diduga dijewer telinganya, lalu secara tiba-tiba dilempar hingga tangisnya semakin histeris.
Tidak berhenti di situ, anak tersebut juga terlihat ditarik kakinya hingga terseret, kemudian langsung didudukkan dan diduga ditampar berulang kali. Pada salah satu bagian video, sekitar menit 1.22, terlihat tamparan keras yang mengenai anak tersebut.
Aksi kekerasan masih berlanjut ketika anak itu dijambak rambutnya, dijewer kedua telinganya, hingga kembali dilempar. Dalam kondisi kelelahan, tangisan anak terdengar semakin lemah.
Mirisnya, dalam video itu juga terlihat beberapa anak lain berada di ruangan yang sama dan menyaksikan kejadian tersebut, juga ada pengasuh lain yang berada di lokasi terlihat tidak melakukan tindakan untuk menghentikan dugaan kekerasan tersebut.
Belum dapat dipastikan apakah pengasuh dalam dua video tersebut merupakan orang yang sama atau berbeda.
Video ini kemudian memicu kemarahan publik, terutama di media sosial dan desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap anak tersebut.
“Ini Tindakan kejam sekali, kami menyerukan kepada aparat penegak hukum, untuk segera bertindak cepat dan tegas dalam menangani dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan daycare ini,” sebut Nurjannah Husien, seorang aktivis sosial di Banda Aceh.

Leave a comment