POPULARITAS.COM – Wabah salmonella yang dikaitkan dengan produk mi instan berbumbu dilaporkan telah menyebar ke 14 negara, termasuk Inggris. Hingga kini, lebih dari 100 kasus terkonfirmasi, dengan mayoritas penderita merupakan anak-anak dan dewasa muda.
Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyatakan hasil penyelidikan mengarah pada produk mi instan sebagai sumber paling mungkin dari penyebaran infeksi tersebut.
“Produk mi rasa adalah sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi yang sedang berlangsung di berbagai negara, dengan bukti yang menghubungkan kasus-kasus tersebut dengan produk dari merek yang sama,” kata EFSA dan ECDC dikutip dari Sky News, Senin (6/7/2026).
Kedua lembaga itu tidak mengungkapkan nama merek produk yang dimaksud. Namun, mereka menyebut kasus yang berkaitan dengan strain salmonella stanley terhubung dengan produsen mi instan di Ukraina.
Sementara itu, Reeva Foods mengonfirmasi adanya dugaan kontaminasi salmonella stanley pada sejumlah batch mi instan produksi Euro Food Service, perusahaan asal Ukraina yang memproduksi produk Reeva.
Perusahaan menyatakan telah melakukan penyelidikan internal sekaligus menarik produk yang diduga terdampak dari peredaran.
“Keselamatan konsumen kami adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Menurut otoritas kesehatan, kasus infeksi telah dilaporkan di Austria, Inggris, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia.
Penyelidikan mikrobiologis menemukan strain wabah yang sama pada produk mi rasa ayam dan mi rasa ayam pedas yang beredar di Jerman dan Lithuania.
Namun, EFSA dan ECDC menyatakan investigasi masih berlangsung untuk memastikan jalur distribusi produk serta sumber kontaminasi secara menyeluruh.









Leave a comment