Wawancara Firli Bahuri : Kemerdekaan sejati Bangsa Indonesia adalah bebas dari korupsi

Hari ini, 17 Agustus 2022, seluruh penjuru tanah air gegap gempita rayakan peringatan 77 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pulih lebih cepat bangkit lebih kuat, dipilih sebagai tema peringatan kali ini.

Setiap rakyat Indonesia, punya cara tersendiri dalam memperingati momentum itu, ada yang membawa anak dan keluarga ikut menyaksikan upacara detik-detik pengibaran merah putih, dan ada juga ikut ragam perlombaan sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan yang sudah di raih bangsa ini.

Hal yang dilakukan itu, tentu saja sebagai bentuk nasionalisme segenap rakyat Indonesia, dan kecintaan akan tanah air dan tumpah darah negera ini. 

Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat sebagai tema yang diusung pada peringatan HUT RI kali ini, tentu sangat tepat. Meningat, dibawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo, negara kita terbukti berhasil mengatasi berbagai persoalan global, seperti pandemi Covid-19, krisis energi, ketahanan pangan, dan situasi terburuk lainnya.

Dalam kesempatan 77 tahun kemerdekaan RI, popularitas.com, Rabu, 17 Agustus 2022, mewawancarai Ketua KPK Firli Bahuri lewat sambungan komunikasi aplikasi perpesanan WhatsApp, tentang makna kemerdekaan baginya dan bagi komisi antirasuah itu. Berikut petikan wawancaranya :

Tanya            : Apa yang Bapak rasakan hari ini?

Firli Bahuri  : Alhamdulillah, sudah sepatutnya kita bersyukur, hari ini, bangsa Indonesia   peringati HUT kemerdekaan yang ke-77

P                     : Bagaimana Bapak melihat kemerdekaan RI yang hari ini menginjak usia 77 tahun

Firli Bahuri  : Kemerdekaan RI yang di raih 77 tahun silam, didapatkan dengan darah, air mata, dan nyawa. Mental dan semangat tempur setiap anak bangsa kala itu. Usia bangsa ini yang sudah 77 tahun, dan telah tumbuh menjadi negara yang besar, tidak terlepas dari tauladan yang diwarikan pejuang kemerdekaan kepada generasi saat ini.

Saya teringat kisah heroik para pejuang kemerdekaan, baik melalui buku pelajaran di sekolah, maupun dongeng penghantar tidur yang selalu diceritakan ayah, saat beliau masih hidup.

Masih terbayang masa-masa kecil saya, dimana usai numpang nonton tv tetangga yang memutar film perang kemerdekaan oleh Stasiun TVRI, Firli kecil anak dusun bersama teman-teman sebaya bermain perang-perangan di kebun, sawah atau pinggiran anak Sungai Musi, dengan senapan mainan yang kami buat dari pelepah daun  pisang.

Dari buku sejarah disekolah, maupun kisah perjuangan pahlawan yang diceritakan ayah, banyak sekali tauladan kehidupan antara lain nilai-nilai kesederhanaan, ketulusan, ke-ikhlasan, kejujuran dan rasa cinta luar biasa kepada bangsa dan negara, yang memicu keberanian dan kerelaan luar biasa untuk berkorban harta, raga bahkan nyawa sekalipun, untuk kemajuan negeri yang kita cintai ini.

Tidak sedikit esensi dan pelajaran yang dapat digali dari integritas para pejuang, yang seyogianya bukan sekedar kita ketahui namun seharusnya dijadikan contoh dan pedoman untuk meneruskan perjuangan mengisi kemerdekaan yang dulu mereka rebut dengan darah dan air mata.

Tanya.         : Apa persoalan besar bangsa ini yang belum tuntas di usia ke-77 tahun?

Firli Bahuri : Mengisi kemerdekaan jauh lebih sulit, dibandingkan merebut kemerdekaan itu sendiri. Jika saat perang musuh kita adalah penjajah, saat ini musuh bangsa ini adalah segelintir manusia yang miliki mental penjajah, yaitu perilaku koruptif.

Mental terjajah oleh perilaku koruptif, adalah menjadi biang keladi terhambatnya kemajuan bangsa dan negara, sesuai dengan cita-cita didirkannya republik ini,

Ciri-ciri manusia dangan mental terjajah, yakni inferioritas, rendah diri sehingga tidak malu menadahkan tangan, meminta-minta sesuatu yang bukan menjadi haknya, dan berani melakukan tindakan korupsi apabila tidak terpenuhi keinginannya.

Ingat! Korupsi bukan hanya kejahatan merugikan keuangan negara, bukan saja merugikan perekonomian negara, tetapi korupsi merupakan bagian dari kejahatan merampas hak-hak rakyat, hak azazi manusi, sehingga karena itulah bagi saya, korupsi adalah kejahatan melawan kemanusiaan (corruption is a crime againts humanity).

Tanya           : Apa yang dampak persoalan korupsi terhadap bangsa dan negara?

Firli Bahuri : Banyak negara gagal di dunia karena persoalan dan kejahatan korupsi. Sebab itu sudah saatnya seluruh anak bangsa berperan untuk menghentikan korupsi. Jika dulu kita perangi musuh dengan bambu runcing, senjata kita saat ini untuk perangi korupsi adalah integritas, nilai kejujuran, yang dibalut dengan moral dan akhlak yang tinggi. 

Dalam pidato kenegaraan beberapa waktu lalu, Bapak Presiden Joko Widodo menyebut perlindungan hukum, sosial, politik, 

dan ekonomi untuk rakyat harus terus diperkuat. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu.

Keamanan, ketertiban sosial, dan stabilitas politik adalah kunci. Rasa aman dan rasa keadilan harus dijamin  oleh negara, khususnya oleh aparat penegak hukum dan lembaga peradilan. Demikian juga dengan pemberantasan korupsi juga terus menjadi prioritas utama. 

Saya sangat sependapat dengan Bapak Presiden, dan atas hal itulah, KPK mantap senantiasa memperkuat sinergitas dengan Polri dan Kejaksaan dalam hal pemberantasan korupsi, yang menjadi persoalan prioritas bangsa yang harus cepat diatasi.

Tanya   : Apa yang sudah dilakukan KPK saat ini untuk perang melawan korupsi?

Firli Bahuri  : Saya ingatkan, Pemerintah tidak pernah main-main dengan upaya pemberantasan korupsi. Upaya pencegahan harus ditingkatkan melalui tata kelola yang sederhana, transparan, dan efisien. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu sejalan dengan penegakan nilai-nilai demokrasi yang juga tidak bisa ditawar.

Berbicara penegakan hukum, KPK sudah tentu tidak dapat berjalan sendiri melakukan tugas dan kewajibannya sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di negeri ini.

Peran aktif serta dukungan seluruh eksponen bangsa sangat diperlukan dalam perang melawan laten korupsi dan perilaku koruptif yang telah menjadi penyakit kronis di republik ini.

Syukur Alhamdulilllah, skor Indeks Persepsi Korupsi dari Transparansi Internasional, naik dari 37 menjadi 38 di tahun 2021. Indeks Perilaku Anti Korupsi dari BPS juga meningkat, dari 3,88 ke 3,93 di tahun 2022.

Capaian ini tentunya tak lepas dari nilai-nilai perjuangan para pejuang kemerdekaan sebagai pelajaran berharga yang tak lekang oleh waktu apalagi tergerus perkembangan zaman, sehingga selalu dapat kita jadikan momentum kebangkitan semangat bagi segenap anak bangsa di negeri ini, untuk menyelesaikan ragam persoalan yang datang silih berganti, serta permasalahan mendasar bangsa kita  yaitu laten korupsi dan perilaku koruptif yang berurat akar disetiap sendi kehidupan bangsa.

Tanya       :  Apa harapan dan keinginan Bapak kedepan?

FB :  Harapan saya, Insyaa Allah, pemberantasan korupsi harus jadi andil segenap anak bangsa yang memiliki integritas kuat dengan moral, etika serta nilai-nilai agama, ketuhanan dan kejujuran menjadi karakter mereka, ditambah tiga strategi pemberantasan korupsi KPK yaitu pendekatan pendidikan masyarakat untuk membentuk mindset dan culture set baru antikorupsi, pendekatan pencegahan yang tujuan utamanya menghilangkan kesempatan dan peluang untuk korupsi, dan pendekatan penindakan dimana ketiganya adalah core business KPK dalam pemberantasan korupsi serta dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan sustainable sehingga perang dan menang melawan penjajah bernama korupsi bukanlah sekadar mimpi atau impian, namun dapat terwujud nyata sehingga Indonesia bersih dari segala bentuk korupsi. 

Tidak berlebihan jika saya katakan, Merdeka itu sejatinya ketika bangsa dan negara kita benar-benar bersih dan bebas dari segala bentuk Korupsi.

Dengan semangat Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia, mari, kita semua, seluruh anak bangsa di negeri ini, harus terus berkomitmen untuk memberantas korupsi. Pulih lebih cepat, Bangkit lebih Kuat. Indonesia Pulih , Bersatu Memberantas Korupsi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.