POPULARITAS.COM – Iran menutup sementara wilayah udaranya untuk semua penerbangan, kecuali kedatangan dan keberangkatan sipil internasional yang telah mendapat izin terlebih dahulu. Pemerintah Indonesia terus memantau kondisi Iran sebelum memutuskan evakuasi WNI menyusul demonstrasi besar yang melanda negara itu.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyebutkan, sebagian besar WNI di Iran merupakan pelajar yang terpusat di Kota Qom dan Isfahan. Dua kota itu diketahui bukan merupakan titik lokasi demonstrasi besar di negara tersebut.
“Kalau dilihat dari situasinya, (para WNI) ada di beberapa kota yang sebenarnya bukan merupakan titik-titik demonstrasi besar, kami akan lihat terus perkembangannya,” kata Sugiono merespons pertanyaan terkait rencana evakuasi WNI dari Iran dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).
Sugiono mengakui pihaknya sempat mengalami kendala komunikasi. Meski demikian, menurut laporan terbaru yang diterima, dipastikan tidak banyak WNI yang terdampak unjuk rasa besar-besaran di Iran.
Ia mengimbau kepada seluruh WNI yang masih ada di Iran untuk tetap waspada, selalu memerhatikan perkembangan situasi, serta menghindari titik-titik atau tempat demonstrasi di wilayah mereka.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada duta besar kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi tersebut perlu dilakukan,” kata Menlu RI, menambahkan
Dalam pernyataan Kemenlu RI pada Senin (12/1/2026), berdasarkan komunikasi KBRI Teheran dengan para WNI di berbagai wilayah, khususnya di Qom dan Isfahan, mereka mengaku tidak mendapat gangguan keamanan yang signifikan.
Berdasarkan penilaian KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan hingga Senin (12/1/2026), evakuasi juga belum diperlukan.
KBRI juga telah mengimbau WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Iran untuk menundanya hingga situasi dan kondisi keamanan di negara terkait dinyatakan kondusif.
Iran diguncang gelombang protes yang bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran sebelum kemudian menyebar ke sejumlah kota lain. Aksi tersebut dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi.
Anadolu melaporkan Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan” dan “aksi terorisme”.
Tidak ada angka korban resmi yang dirilis pemerintah. Namun, lembaga pemantau HAM yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency memperkirakan jumlah korban tewas telah melampaui 2.550 orang, termasuk aparat keamanan dan pengunjuk rasa, dengan lebih dari 1.134 orang terluka.
Iran Tutup Wilayah Udara
Iran menutup sementara wilayah udaranya untuk semua penerbangan sampai hari ini, kecuali hanya penerbangan sipil internasional yang dapat beroperasi setelah memperoleh persetujuan dari otoritas penerbangan sipil nasional.
“Pembatasan tersebut berlaku bagi penerbangan yang masuk atau keluar dari Iran, sedangkan seluruh lalu lintas udara lainnya dihentikan sementara,” demikian bunyi pemberitahuan resmi otoritas Iran dikutip dari Anadolu.
Teheran tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan teknis penutupan wilayah udaranya.
Langkah itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan regional dan domestik, termasuk protes antipemerintah di Iran serta sorotan internasional yang semakin besar terhadap respons aparat keamanan terhadap aksi demonstrasi yang meluas di sejumlah kota.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah diberi tahu eksekusi terhadap para pengunjuk rasa di Iran harus dihentikan. Dia memperingatkan Iran bahwa Washington akan memantau perkembangan dengan cermat dan menilai tindakan selanjutnya.
Trump berulang kali menyuarakan dukungan bagi para pengunjuk rasa dan mengatakan Amerika Serikat dapat mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika eksekusi dilanjutkan, tanpa merinci langkah apa yang mungkin ditempuh pemerintahannya.
Para menteri luar negeri G7 juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai “penggunaan kekerasan yang disengaja” terhadap para pengunjuk rasa, mendesak otoritas Iran menahan diri, menghormati hak asasi manusia, serta memperingatkan kemungkinan langkah tambahan.

Leave a comment