POPULARITAS.COM – Pemerintah Meksiko mengerahkan sedikitnya 10.000 personel tentara untuk meredam bentrokan hebat yang dipicu oleh kematian Nemesio “El Mencho” Oseguera. Gembong narkoba paling dicari tersebut dilaporkan tewas dalam operasi militer, yang kemudian memicu gelombang kekerasan hingga menewaskan puluhan orang.
Nemesio Oseguera, pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), terluka parah dalam baku tembak dengan militer di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu (22/2/2026). Pihak militer mengonfirmasi bahwa El Mencho mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan udara menuju Mexico City pada Senin (23/2/2026).
Kabar kematian pria berusia 59 tahun ini langsung menyulut kemarahan anggota kartel. Mereka melakukan aksi anarkis dengan memblokir jalan di 20 negara bagian, membakar kendaraan, hingga menyasar sektor bisnis.
Berdasarkan laporan resmi pihak berwenang, rangkaian penggerebekan dan bentrokan susulan ini mengakibatkan 27 anggota pasukan keamanan tewas, sebanyak 46 tersangka kriminal tewas, dan 1 warga sipil tewas. Selain itu 23 narapidana kabur dari penjara Jalisco setelah kelompok kriminal menyerang fasilitas tersebut dengan rentetan tembakan.
Guadalajara, yang merupakan salah satu kota tuan rumah Piala Dunia FIFA tahun ini, kini dalam kondisi mencekam. Sekolah-sekolah diliburkan dan transportasi umum dihentikan total. Warga yang cemas tampak mengantre panjang demi mendapatkan persediaan bahan pokok seperti tortilla.
“Saya tidak bisa tidur,” ujar Maria de Jesus Gonzalez, salah satu warga setempat.
“Sekarang saya sedikit lebih tenang, tetapi masih sedikit takut,” sambungnya.
Pensiunan warga Guadalajara, Juan Soler, menambahkan bahwa situasi kota benar-benar lumpuh. “Hampir semuanya tutup,” ungkapnya kepada AFP.
Operasi penangkapan El Mencho, yang dihargai US$ 15 juta dolar oleh Amerika Serikat, ternyata melibatkan dukungan intelijen dari Washington. Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, mengungkapkan kunci utama lokasi persembunyian sang gembong adalah salah satu pacarnya.
“Intelijen Meksiko, didukung militer AS, mengetahui pertemuan antara wanita itu dan El Mencho di sebuah peternakan di Jalisco,” jelas Trevilla.
Dalam operasi tersebut, militer menyita berbagai senjata berat, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat. Tangan kanan El Mencho, Hugo H. alias “El Tuli”, juga dilaporkan tewas.
Para ahli memperingatkan bahwa kematian El Mencho tanpa adanya suksesi langsung dapat memicu perang internal yang lebih brutal. “Hal itu membuka pintu bagi perubahan haluan yang penuh kekerasan di dalam organisasi,” kata David Mora, ahli dari Crisis Group.
Kematian gembong yang disejajarkan dengan “El Chapo” Guzman ini terjadi di tengah tekanan kuat dari Presiden AS Donald Trump agar Meksiko segera memberantas aliran narkoba fentanil ke Amerika Serikat.

Leave a comment