Home Internasional 10 Kota Paling Layak Huni 2026, Kopenhagen Sabet Posisi Puncak!
InternasionalNews

10 Kota Paling Layak Huni 2026, Kopenhagen Sabet Posisi Puncak!

Share
Kopenhagen. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Kopenhagen kembali dinobatkan sebagai kota paling layak huni di dunia pada 2026.

Ibu kota Denmark tersebut berhasil mempertahankan posisi puncak selama dua tahun berturut-turut berdasarkan Global Liveability Index 2026 yang dirilis oleh Economist Intelligence Unit (EIU) pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat.

Laporan tahunan dari divisi riset dan analisis Economist Group yang berbasis di Inggris itu menilai sebanyak 173 kota di seluruh dunia berdasarkan lima indikator utama, yakni stabilitas, pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, serta budaya dan lingkungan.

Keberhasilan Kopenhagen mempertahankan gelar sebagai kota paling layak huni di dunia tidak lepas dari performanya yang konsisten di hampir seluruh aspek penilaian.

Kota ini bahkan meraih nilai sempurna pada tiga kategori utama, yaitu stabilitas, infrastruktur, dan pendidikan.

Dalam penilaian tahun ini, Kopenhagen memperoleh nilai sempurna untuk kategori stabilitas, infrastruktur, dan pendidikan sehingga mampu mempertahankan posisi nomor satu dunia.

New York Naik, Honolulu Masih Jadi Kota Terbaik di Amerika Serikat

Di kawasan Amerika Serikat (AS), New York City mencatat peningkatan cukup signifikan dengan naik tiga peringkat ke posisi 66. EIU menyebut peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya skor pada kategori stabilitas.

CNN turut menganalisis kenaikan itu dipengaruhi oleh menurunnya tingkat kriminalitas serta meningkatnya persepsi publik terhadap keamanan dan berkurangnya risiko serangan terorisme.

Meski demikian, Honolulu masih menjadi kota dengan peringkat tertinggi di AS secara keseluruhan. Walaupun turun dua posisi, kota tersebut tetap berada di urutan ke-25 dunia.

Sementara Vancouver yang berada di posisi kesembilan menjadi satu-satunya kota di kawasan Amerika Utara yang berhasil masuk dalam 10 besar kota paling layak huni di dunia.

Kota-kota Timur Tengah Alami Penurunan Peringkat

Berbeda dengan sejumlah kota di Eropa dan Asia, beberapa kota di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan skor, terutama pada kategori stabilitas. Dampak konflik geopolitik dan perang yang masih berlangsung membuat sejumlah kota di kawasan Teluk mengalami penurunan peringkat.

Muscat, ibu kota Oman, menjadi kota dengan penurunan terbesar tahun ini setelah merosot 14 peringkat hingga berada di posisi ke-123. Sementara itu, Kota Kuwait juga turun 12 peringkat dan kini berada di posisi ke-105.

EIU menyebut penurunan tersebut berkaitan erat dengan memburuknya kondisi stabilitas akibat konflik regional, termasuk dampak perang yang melibatkan Iran.

Inggris Mulai Pulih setelah Penurunan Tahun Lalu

Kota-kota di Inggris menunjukkan perbaikan setelah tahun sebelumnya mengalami penurunan skor akibat gelombang kerusuhan. Manchester menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Inggris untuk kedua kalinya dengan menempati posisi ke-52.

Manchester berada di atas London yang menduduki peringkat ke-54, sementara Edinburgh berada di posisi ke-64.

Asia Catat Peningkatan Berkat Layanan Kesehatan

Meskipun Eropa Barat masih menjadi kawasan dengan rata-rata tingkat kelayakan hidup tertinggi di dunia, skor rata-ratanya sedikit menurun menjadi 91,7 dibandingkan tahun 2025.

Sebaliknya, kawasan Asia mencatat peningkatan rata-rata skor menjadi 73,9 atau naik sekitar 0,3 poin. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh membaiknya layanan kesehatan di sejumlah kota di China.

Salah satu kota yang mengalami kenaikan signifikan adalah Fuzhou di tenggara China yang naik tujuh peringkat hingga berada di posisi ke-93.

Menurut juru bicara EIU, peningkatan skor kesehatan di berbagai kota di China mencerminkan reformasi nasional pada sistem pendanaan kesehatan, termasuk penerapan skema baru asuransi perawatan jangka panjang dan peningkatan investasi layanan kesehatan.

Damaskus Masih Jadi Kota Paling Tidak Layak Huni

Di bagian bawah daftar, Damaskus, Suriah, masih menempati posisi sebagai kota paling tidak layak huni di dunia. Namun terdapat perubahan signifikan pada peringkat terbawah setelah Teheran, Iran, turun ke posisi ke-164 akibat dampak perang.

Sementara itu, Kyiv, Ukraina, juga mengalami penurunan dan kini berada di posisi ke-166. Direktur Industri Economist Intelligence Unit, Ana Nicholls, mengatakan rata-rata skor kelayakan hidup dunia pada 2026 secara keseluruhan tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, penurunan stabilitas di kawasan Timur Tengah diimbangi oleh peningkatan kualitas layanan kesehatan di Asia. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan skor di Asia membuat kawasan tersebut kini memiliki sembilan kota yang masuk dalam 20 besar dunia, sementara Eropa memiliki tujuh kota di jajaran tersebut.

Keberhasilan Kopenhagen mempertahankan posisi sebagai kota paling layak huni di dunia menunjukkan pentingnya keseimbangan antara stabilitas, kualitas layanan publik, pendidikan, infrastruktur, serta lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadi alasan utama mengapa Kopenhagen kembali menjadi kota terbaik untuk ditinggali pada 2026.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPBD Pidie Kelola Dana Transisi Pascabencana Hampir Rp1 miliar

POPULARITAS.COM -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, mendapat gelontoran dana sebesar Rp...

EkonomiNews

Panen Bawang Merah di Lahan Bekas Lumpur Banjir Pidie Jaya, Tandai kebangkitan Petani

POPULARITAS.COM – Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh (KPwBI) Aceh memanen bawang merah...

KesehatanNews

Selain Kaya Serat, Ini Manfaat Buah Pir untuk Kesehatan

POPULARITAS.COM – Segar dan kaya air, buah pir menjadi camilan sehat yang...

News

BMKG Peringatkan Banjir Rob 8–22 Juli 2026, Dipicu Fenomena Super New Moon

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi...