Home Ekonomi 140 Hektare Sawah di Nagan Raya Mengering
Ekonomi

140 Hektare Sawah di Nagan Raya Mengering

Share
Ancaman Krisis Pangan di Tengah Pandemi
Ilustrasi. Foto google
Share

POPULARITAS.COM – Seluas 140 hektare lahan sawah petani Desa Macah, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh terancam gagal panen karena kondisi tanaman padi mengering akibat tidak teraliri.

Komandan Kodim 0116/ Nagan Raya, Letkol Kav Moch Wahyudi, di Nagan Raya, Sabtu menuturkan, pihaknya telah melakukan upaya khusus untuk menanggulangi kondisi lahan sawah petani yang mengering akibat musim kemarau melanda wilayah setempat.

“Hasil pengecekan, sumber pengairan yang digunakan hanya dari bendungan air hujan yang posisinya lebih rendah dari lokasi sawah. Sehingga ketika 3-4 hari tidak ada hujan, maka bendungan tidak sanggup mengairi sawah,” sebutnya.

Ia menyampaikan, untuk sementara sudah diatasi dengan mendorong tiga unit mesin pompa air Brigade Alsintan Kodim 0116, namun jika dalam seminggu ke depan hujan juga tidak turun, maka air tertampung di kolam sudah habis.

Untuk menghindari permasalahan serupa agar didukung mesin pompa air yang lebih besar dan pembenahan saluran air, dengan pompa air besar tersebut direncanakan pengairan akan mengambil dari sumber air Sungai Krueng Nagan.

Sungai tersebut memiliki debit air yang mencukupi dan selalu ada airnya untuk dialiri ke sawah yang selalu terdampak oleh gejala alam seperti ini, Dandim Letkol Wahyudi, menyampaikan pihaknya akan terus berupaya mencari solusi terbaik.

“Dengan pompa air besar yang telah kita dorong sampai ke lokasi area sawah tersebut, direncanakan pengairan akan mengambil dari sumber air Sungai Krueng Nagan. Loksi ini sering mengalami kekeringan sawah karena kondisi itu tadi,” jelasnya seperti dilansir Antara Aceh.

Dandim Letkol Kav Wahyudi, menuturkan, upaya yang dilakukan TNI tersebut bukanlah bersifat permanen, namun lebih kepada menyelamatkan tanaman padi petani yang sudah dalam kondisi terancam gagal panen sehingga dapat merugikan petani setempat.

Lebih lanjut disampaikan, pada area lahan sawah desa setempat pada musim sebelumnya juga mengalami gagal panen, penyebabnya juga karena kondisi tanaman padi tidak tercukupi air sehingga lahan sawah mengering.

“Dengan pompa air Brigde Alsintan Kodim, untuk sementara dapat mengatasi kekeringan sehingga tidak sampai gagal panen. Ke depan perlu dilakukan penanganan yang lebih baik sehingga pengalaman gagal panen tidak terulang,” katanya menambahkan.[acl]

Share
Tulisan Terkait
LSM Antikorupsi MaTA duga ada kebocoran pada retribusi alat berat di Pidie Jaya
EkonomiNews

MaTA Desak Pertamina Buka Data Pasokan BBM ke SPBU Secara Transparan

POPULARITAS.COM – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Pertamina meningkatkan transparansi tata kelola...

EkonomiNews

Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan, Kinerja Pembiayaan BSI Solid

POPULARITAS.COM –  Kinerja pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia (persero) Tbk (BSI) pada...

EkonomiNews

Harga BBM Pertamina Resmi Turun, Cek Pertalite hingga Pertamax Hari Ini 17 Juli 2026

POPULARITAS.COM – Harga BBM Pertamina di Juli 2026 resmi turun. Harga BBM...

EkonomiNews

Kopdes Merah Putih Bakal Dapat Dana Rp 240 T dari Purbaya

POPULARITAS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Himpunan Bank Milik Negara...