POPULARITAS.COM – Seluas 150 hektare sawah tadah hujan di sejumlah gampong dalam Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara kekeringan.
Bahkan tanaman padi petani yang baru disemai selama 30 hari, kini terancam mati lantaran tanah mulai retak akibat tidak ada pasokan air.
Adapun sejumlah gampong areal persawahan yang mengalami kekeringan, yakni Alue Drien, Seuneubok Baro, U Baro dan Ceumpeudak. Kondisi serupa juga dikabarkan terjadi di Gampong Matang Teungoh, Pucok Alue dan Batu 12.
Salah seorang petani di Gampong Ceumpeudak, Muslem, mengatakan hamparan sawah kini menjadi gersang tanpa aliran air. Sebagian besar petani bahkan sudah menaburkan bibit-bibit padi mereka, dan rata-rata usia sudah memasuki 30 hari.
“Kami sempat memulai proses penanaman, tetapi terpaksa menghentikannya karena sawah mengering. Sawah kami di sini tadah hujan, hanya mengandalkan air hujan untuk dapat bercocok tanam,” kata Muslem, Kamis (8/7/2026) dilansir AJNN.
Sementara itu, Keuchik Gampong Seuneubok Baro, Jon Junaidi mengatakan selama ini para petani hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah mereka karena belum tersedianya jaringan irigasi.
“Jika dalam waktu dekat hujan tidak turun, para petani dikhawatirkan mengalami gagal tanam yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi,” tuturnya.
Para petani berharap pemerintah segera menghadirkan solusi, baik melalui penyediaan sumber air maupun pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap air hujan.
“Tentu kita terus berharap adanya solusi nyata dari pemerintah. Apalagi sekarang ini pemerintah terus berupaya meningkatkan swasembada pangan. Namun jika kondisi sawah kami seperti ini bagaimana bisa mencapai program tersebut,” imbuh Jon Junaidi.








Leave a comment