Home News 31 warga Bener Meriah dinyatakan meninggal akibat banjir dan tanah longsor
News

31 warga Bener Meriah dinyatakan meninggal akibat banjir dan tanah longsor

Share
31 warga Bener Meriah dinyatakan meninggal akibat banjir dan tanah longsor
Muthalamuddin, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Berdasarkan data 28 Desember 2025, di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebanyak 31 warga dinyatakan meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. Sementara itu, 14 lainnya masih hilang dan dalam pencarian. Jumlah pengungsi tercatat 2.017 jiwa yang tersebar di 14 titik lokasi.

Informasi itu disampaikan oleh Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025) di Banda Aceh.

Dia menyebutkan bahwa, jumlah korban yang disampaikan pihaknya, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Kominfo Bener Meriah.

“Pemprov Aceh memastikan layanan kesehatan, distribusi logistik, serta ketersediaan air bersih di seluruh titik pengungsian terus dipantau dan diperkuat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” tuturnya, Selasa (30/12/2025)

Selain itu, akses di empat kecamatan dan 34 desa masih terbatas, berdampak pada 12.392 jiwa. Pemerintah memprioritaskan perbaikan darurat jalan dan jembatan guna memperlancar distribusi bantuan serta mobilisasi petugas di lapangan.

Kerusakan infrastruktur akibat bencana tercatat cukup signifikan. Posko melaporkan 166 jembatan dan 81 ruas jalan mengalami kerusakan, yang meliputi  13 jalan nasional, 33 jalan provinsi, dan 35 jalan kabupaten. Selain itu, terdapat 61 titik longsor dan 27 titik banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Sebanyak 1.785 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan beragam. Fasilitas publik turut terdampak, meliputi 30 fasilitas pendidikan, 23 fasilitas dayah, dan 15 fasilitas kesehatan, serta 100 titik saluran air bersih dan 62 titik jaringan irigasi.

Meski demikian, Pemprov Aceh memastikan bahwa seluruh puskesmas dan rumah sakit umum tetap beroperasi, demikian pula layanan perkantoran dan penanganan sampah, guna menjaga keberlangsungan pelayanan publik selama masa tanggap darurat.

Dampak pada Sektor Pertanian

Bencana banjir dan longsor juga berdampak pada sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Data Posko mencatat kerusakan pada 366,3 hektare kebun kopi, 65,3 hektare sawah, 214,2 hektare perkebunan, serta 0,885 hektare kolam.

Pemerintah Provinsi Aceh saat ini masih melakukan pendataan lanjutan sebagai dasar penyusunan langkah penanganan lebih lanjut serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara bertahap.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...