POPULARITAS.COM – Kalsium selama ini identik dengan kesehatan tulang. Padahal, mineral ini juga berperan penting dalam fungsi otot, saraf, jantung, hingga keseimbangan hormon di dalam tubuh.
Karena itu, kekurangan kalsium tidak selalu langsung terlihat dalam bentuk tulang rapuh atau patah tulang. Dalam banyak kasus, tubuh justru mengirimkan sinyal yang lebih halus dan sering diabaikan.
Melansir Eating Well (13/6/2026), ahli gizi Roxana Ehsani, M.S., RD, CSSD, LDN menjelaskan bahwa kalsium merupakan mineral paling melimpah di tubuh manusia dan memiliki banyak fungsi penting.
“Kalsium penting untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang serta gigi, sekaligus mendukung fungsi otot, sinyal saraf, pembekuan darah, dan pelepasan hormon,” kata Ehsani.
Berikut beberapa tanda yang bisa muncul ketika tubuh tidak mendapatkan kalsium yang cukup.
1 Otot sering kram atau kejang
Jika Anda belakangan lebih sering mengalami kram otot, tubuh mungkin sedang memberi sinyal kekurangan kalsium.
Ahli gizi Elizabeth Ward, M.S., RDN mengatakan bahwa kalsium diperlukan untuk proses kontraksi otot yang normal. “Kekakuan otot atau kejang dapat menjadi tanda kadar kalsium yang rendah,” ujar Ward.
Kalsium termasuk elektrolit yang membantu kerja saraf dan otot. Saat kadarnya menurun, saraf bisa menjadi lebih sensitif sehingga memicu kram, kedutan, atau kejang otot.
2. Masalah gigi lebih sering muncul
Kesehatan gigi ternyata juga dapat mencerminkan kecukupan asupan kalsium. Menurut Ehsani, gigi rapuh, akar gigi yang melemah, atau gusi yang mudah mengalami iritasi bisa menjadi tanda tubuh kekurangan mineral tersebut.
Hal ini terjadi karena sebagian besar struktur gigi tersusun dari kalsium fosfat yang berfungsi menjaga kekuatan dan ketahanannya.
3. Kesemutan atau mati rasa Tangan, kaki, atau area sekitar mulut yang sering terasa kesemutan juga tidak boleh diabaikan.
Ward menjelaskan bahwa kalsium berperan penting dalam fungsi saraf. “Kalsium terlibat dalam fungsi saraf, dan Anda mungkin merasakan kesemutan di tangan, kaki, atau sekitar mulut ketika kadar kalsium dalam darah tidak mencukupi,” ujar Ward.
Kondisi ini terjadi karena rendahnya kadar kalsium dapat mengganggu sinyal listrik yang digunakan saraf untuk berkomunikasi dengan seluruh tubuh.
- Detak jantung lebih lambat dan tekanan darah rendah
Kalsium juga berperan dalam menjaga fungsi jantung dan sirkulasi darah. Karena termasuk elektrolit, mineral ini membantu mengatur kontraksi jantung dan pergerakan darah ke seluruh tubuh.
Menurut Ward, kadar kalsium yang rendah dapat memengaruhi ritme jantung normal.
“Kalsium berperan dalam ritme jantung yang normal, dan detak jantung yang lebih lambat serta tekanan darah rendah bisa menjadi gejala hipokalsemia,” kata dia. Hipokalsemia adalah kondisi ketika kadar kalsium dalam darah berada di bawah batas normal.
- Cedera tulang berulang
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah cedera tulang yang berulang, terutama pada orang yang aktif berolahraga. Tubuh menyimpan sekitar 99 persen kalsium di dalam tulang.
Ketika asupan kalsium tidak mencukupi, tubuh akan mengambil cadangan tersebut untuk menjaga kadar kalsium dalam darah tetap stabil. Menurut Ward, kondisi itu dapat menyebabkan berkurangnya massa tulang dalam jangka panjang. Sementara itu, Ehsani menambahkan bahwa patah tulang berulang atau cedera akibat tekanan berulang dapat menjadi tanda bahwa tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium untuk menjaga kekuatan tulang.
Cara menambah asupan kalsium
Eating Well menyebutkan bahwa kebutuhan kalsium tidak harus selalu dipenuhi dari susu atau produk olahannya. Beberapa pilihan makanan yang dapat membantu meningkatkan asupan kalsium antara lain makanan yang diperkaya kalsium seperti susu kedelai, jus jeruk, dan sereal gandum utuh. Selain itu, tahu, sarden, dan salmon kalengan juga termasuk sumber kalsium yang baik.
Bagi sebagian orang, suplemen kalsium yang mengandung vitamin D dapat menjadi pilihan tambahan karena vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.








Leave a comment