Home Editorial Aceh butuh bantuan internasional
EditorialHeadline

Aceh butuh bantuan internasional

Share
Sebanyak 359 rumah warga di Desa Gedumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara hilang atau sudah rata dengan tanah akibat bencana banjir dan longsor di Aceh. Poto: Fauzan| popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, secara terbuka, Minggu 7 Desember 2025, menyatakan bahwa, dampak banjir dan tanah longsor di provinsi ujung barat Sumatra itu, butuhkan uluran tangan internasional untuk membantu. Kata Mualem, Karib pria itu disapa, beberapa negara, seperti Malaysia telah secara resmi bantu daerah inin, jadi bantuan dari penjuru dunia bukan hal tabu demi masyarakat.

Ya, pernyataan Mualem itu tentu didasarkan pada data dan fakta di lapangan. Hampir 300 jiwa melayang, ribuan luka berat, dan ratusan ribu rumah rusak parah.

Fase tanggal darurat yang dimaklumatkan Mualem akan berakhir pada beberapa hari mendatang. Setelah itu, apa selanjutnya. Bisa saja keadaan darurat diperpanjang, namun selanjutnya Aceh akan masuki tahapan pemulihan dan rehabilitas.

Banyak sekali persoalan, ada 18 wilayah yang harus direcovery, baik lingkungan, sanitasi, dan juga tempat tinggal warga yang rerata tertimbun lumpur hingga 2 atau 3 meter. Untuk itu saja butuh kerja-kerja ekstra.

Presiden berkunjung ke kabupaten Bireun, Aceh, pascabencana alam melanda Sumatera, Minggu (7/12/2025).

Hingga saat ini, belum ada data resmi berapa luasan permukiman yang tertimbun Lumpur. Pilihannya, apakah dibiarkan dan penduduknya di relokasi, atau membersihkan sisa-sisa banjir itu untuk dibangunkan rumah kembali.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan bahwa, beri bantuan dan subsidi senilai Rp60 juta untuk rumah rusak berat, dan rumah baru bagi yang kehilangan tempat tinggal.

Namun, hal itu tidak cukup, ini tentang bagaimana merehabilitasi lingkungan, permukiman, membangun puluhan ribu rumah yang hilang, jembatan, jalan, sawah, perkebunan dan juga sekolah.

Pasca-banjir, warga kehilangan mata pekerjaan, ini juga berdampak pada potensi naiknya angka kemiskinan. Jadi, membuka opsi bantuan internasional sangat dibutuhkan.

Menurut pemerintah pusat yang disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dibutuhkan dana setidaknya Rp25,41 triliun untuk merehabilitasi seluruh kerusakan akibat banjir di Aceh.

Tapi, itu hitungan-hitungannya hanya bicara infrastruktur semata. Masih banyak persoalan ikutan yang muncul akibat bencana itu, yakni hilangnya mata pencaharian masyarakat akibat kebun, sawah, dan tambahk-tambak yang rusak parah.

Sekali lagi, opsi membuka bantuan internasional masuk ke Aceh, dapat dilakukan sepanjang untuk membantu masyarakat. Jika pusat tak mampu, apa salah dunia membantu Aceh. (***EDITORIAL)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineSepakbola

Spanyol versus Argentina, siapa pantas jawara Piala Dunia 2026?

POPULARITAS.COM – Piala Dunia 2026, masuki babak final. Menyisakan dua negara, siapa...

HeadlineOpini

Simfoni orkestrasi ala Mirza Tabrani

POPULARITAS.COM – ​Di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin sore, 13 Juli 2026,...

HeadlineInsfrastrukturNews

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Krueng Keureuto dan Bendungan Rukoh  Perkuat Ketahanan Pangan di Aceh

POPULARITAS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di...

Kisah pemuda Lhokseumawe sukses raih dua gelar magister
FeatureHeadline

Kisah pemuda Lhokseumawe sukses raih dua gelar magister

POPULARITAS.COM – Meski berasal dari kampung, semangat menuntut ilmu terpatri kuat di...