POPULARITAS.COM – Indonesia bersama delegasi dari puluhan negara melakukan walkout dari ruang persidangan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyampaikan pidato dalam sidang umum PBB ke-81 di New York, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina sekaligus protes terhadap tindakan Israel yang dinilai merupakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional di Gaza serta wilayah Palestina yang diduduki.
Jubir 2 Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, melalui keterangan resmi yang diterima, Sabtu (26/9/2026) menegaskan walkout tersebut bukan sekadar bentuk solidaritas kepada Palestina, tetapi juga merupakan bentuk protes dan kecaman Indonesia terhadap tindakan Israel.
“Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki,” tegas Nabyl.
Delegasi dari puluhan negara meninggalkan ruang persidangan dan membuat mayoritas kursi kosong ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya selama sekitar 40 menit.
Indonesia selama ini menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai salah satu agenda dalam diplomasi globalnya. Menteri Luar Negeri Sugiono yang dijadwalkan menyampaikan National Statement Indonesia pada Sabtu (26/9/2026) waktu setempat juga akan menyoroti isu perdamaian dunia, khususnya Palestina.
Dalam pidatonya, Sugiono dijadwalkan membahas sejumlah isu lain, termasuk ketahanan global, penguatan sistem multilateralisme, serta peran negara-negara Global South.
Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah kembali menegaskan bahwa Indonesia ingin menyampaikan pesan bahwa kekerasan terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi dan harus segera dihentikan.
“Aksi walkout ini merupakan refleksi posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Nabyl.
Dukungan Indonesia untuk Palestina
Sikap Indonesia tersebut juga disampaikan dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi selama sidang umum PBB yang berlangsung pada 22 hingga 28 September.
Indonesia mempertegas komitmen tersebut dengan memberikan sumbangan sebesar US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 21,4 miliar, dengan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS, kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Dukungan finansial tersebut ditujukan untuk membantu operasional UNRWA dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Palestina.
Disisi diplomatik, Indonesia juga menjadi satu dari 142 negara yang mendukung Deklarasi New York untuk perdamaian di Palestina dan rekonstruksi di Gaza.
Tahun ini, Indonesia turut meninjau dan membahas implementasi nyata dari roadmap perdamaian konflik Palestina-Israel yang telah dibuat dalam sesi Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.
Indonesia juga bertemu dengan mitra dari negara-negara mayoritas Muslim maupun negara-negara lain dari berbagai kawasan untuk mendorong terciptanya perdamaian di Palestina dan kawasan Timur Tengah.









Leave a comment