Home Feature Antara BBM dan Rasa Empati Warga di Banda Aceh
FeatureNews

Antara BBM dan Rasa Empati Warga di Banda Aceh

Share
Share

POPULARITAS.COM – Waktu menunjukkan pukul 6.30 wib pagi, Selasa (2/12/2025). Muksalmina dengan wajah kuyu sudah berada di depan SPBU Simpang Dodik Banda Aceh. Setibanya disana, sekitar 100 pengendara motor juga sudah terlihat berkerumun menunggu layanan SPBU dibuka. Makin tinggi matahari, orangpun semakin menyemut bersiap mengantre.

Sudah sejak akhir pekan lalu warga di Banda Aceh mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) baik solar maupun pertalite. Namun entah apa penyebabnya, antrean semakin Panjang dan mengular mulai awal pekan, biasanya antre menghabiskan waktu satu jam, tapi kini warga mengantre BBM hingga 3 jam. Entah darimana warga ini berdatangan.

“Saya pun antre dari jam 8 pagi sampe jam 11 siang baru selesai, itu juga diwarnai dengan berbagai pertengkaran orang-orang yang mengantre, pasalnya ada banyak motor yang menyertakan botol kemasan air mineral ukuran 1,5 liter untuk diisi BBM, saya sampe marah dan memaksa petugas SPBU untuk memprioritaskan sepeda motor jangan botol,” jelas Riri warga Ceurih Panjang lebar dengan wajah memerah, emosi dan kepanasan.

Sehari setelahnya, pemandangan membingungkan terlihat di semua SPBU di Banda Aceh, selain ada antrean motor dan mobil, kii bertambah pula antrean jerigen dari ukuran 5 liter, sampai ukuran 35 liter, bahkan ember kemasan cat tembok pun ikut dalam barisan antrian.

“Mau pulang kampung, nanti ga ada BBM disepanjang jalan, jadi harus distock,” ujar seorang pengantre, kepada Popularitas.com, Rabu (3/12/2025).

Isu kelangkaan BBM sekain membuat panik warga. Sebagian panik karena operasional hari-hari memang harus menggunakan kendaraan bermotor, seperti halnya Julda yang bekerja sebagai Ojol sehari-hari. Sebagian lain ternyata punya misi terselubung, yakni ingin menjual kembali BBM secaraeceran dengan harga tinggi, dan pasti dibeli oleh warga.

Afif, mengungkapkan kalau dirinya memulai antre jam 03.00 wib dini hari, dengan harapan Ketika layanan SPBU dibuka dia pun bisa berada pada barisan pertama. Ternyata dia tak sendiri, banyak warga lain juga berpikir hal yang sama, bahkan yang pnye jerigen. Puluhan jerigen sudah berbaris rapi, dan Sebagian adalah orang yang sudah pernah mengantre sebelumnya.

“Tapi pedagang eceran yg antri di SPBU berkali-kali, depan mata saya sendiri mereka sedot minyak dari tangki motor, lalu antri lagi, dan itu bukan sekali, tapi berkali-kali. Lalu dijual kembali satu liter Rp 30 ribu. Belum lagi yg antri pakai jerigen, baik besar dan kecil ada ratusan orang,” ungkap Afif.

Afif berharap petugas kepolisian segera menindak kecurangan warga,

“ Mulai sekarang harusnya ada penanda bagi motor yang sudah mengantre, setidaknya mereka bisa kembali ke SPBU dua hari kemudian, mereka yang antre adalah orang-orang yang mengambil untung sendiri tanpa memiliki rasa empati terhadap kondisi saat ini,” sesal Afif.

Nurul, warga Lingke banda Aceh juga tak kalah heran, melihat sikap masyarakat di BandaAceh, selain ‘menimbun’ BBM untuk dijual eceran dengan harga tinggi, ada pula warga yang membuka Jastip (Jasa titip) untuk mengantre BBM di SPBU.

“Dalam grup WA disebutkan info Jastip  Rp 50 ribu untuk 6,5 liter untuk diisi kedalam jerigen, mungkin memang membantu tapi gak etis caranya,” jelas Nurul.

Sehari sebelumnya pemeritah Aceh sudah mengumumkan bahwa Pemerintah memastikan bahwa stok BBM berada dalam kondisi aman, penyaluran bantuan kepada korban tetap dilakukan secara terkoordinir untuk memastikan bantuan tepat sasaran, dan pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak terus dipercepat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara (Jubir) Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, dalam konferensi pers yang digelar di lobi utama Kantor Gubernur Aceh, Selasa (2/12/2025).

Jubir menegaskan bahwa stok BBM di Aceh berada dalam kondisi aman. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena keterlambatan yang terjadi bukan disebabkan kekurangan stok, tetapi karena kendala distribusi akibat putusnya jalur darat menuju Medan. Ia juga menyebutkan bahwa distribusi sejumlah kebutuhan pokok lainnya kini sedang dialihkan melalui jalur laut dan dipastikan akan kembali tersedia tepat waktu.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...