Home News Aplikasi ‘Database Masyarakat Aceh’ Turunan dari Program SIAT
NewsTeknologi

Aplikasi ‘Database Masyarakat Aceh’ Turunan dari Program SIAT

Share
Salah satu masyarakat Aceh tengah mengakses website Database Masyarakat Aceh di masyarakat.acehprov.go.id, Selasa, 16 Juni 2020. (Foto: Humas BPPA)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Aplikasi ‘Database Masyarakat Aceh’ yang baru diluncurkan Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), kemarin, 15 Juni 2020, adalah turunan program Sistem Informasi Aceh Terpadu (SIAT) milik Pemerintah Aceh.

Program tersebut (SIAT) adalah 15 program Pembangunan Visi dan Misi Aceh Hebat milik Pemerintah Aceh.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, program Database Masyarakat Aceh terkait erat dengan program SIAT.

Program ini dijalankan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 29 tahun 2017 tentang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Pemerintah Aceh yang ditetapkan pada 19 Mei 2017.

“Sebelumnya, Pemerintah Aceh juga telah menyusun peta jalan TIK 2017-2022, serta pembentukan Tim Pengelolaan TIK Utama SKPA. Akhirnya BPPA melahirkan program Database Masyarakat Aceh ini,” jelasnya.

Progam ini, sebut Almuniza, nantinya akan mendukung secara penuh program utama SIAT tersebut. Apalagi saat ini interkoneksi antara BPPA dan Provinsi Aceh akan lebih mudah dengan adanya program Database tersebut.

Almuniza menambahkan, BPPA adalah salah satu stakeholder yang diamanahkan Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT untuk menjalankan program pendataan masyarakat Aceh di tanah perantauan.

“Dengan program ini pula, artinya mempertegas kinerja BPPA di Jakarta yang bukan sekedar memberikan pelayanan kepada Pimpinan di Aceh, tapi juga pelayanan terhadap masyarakat melalui aplikasi tersebut,” jelas dia.

Maka dalam hal ini, Almuniza berharap masyarakat Aceh yang berada di perantauan (Jabodetabek) sudah bisa pelakukan pendaftaran pada aplikasi Database Masyarakat Aceh melalui website masyarakat.acehprov.go.id.

Hingga hari ini, data masyarakat Aceh yang telah mendaftar sebanyak 105 orang meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan yang sudah terverifikasi 85 orang.

Sementara itu, Darma (42), warga Aceh di Jakarta, mengatakan sangat mendukung dengan adanya program dari Badan Penghubung Pemerintah Aceh, yakni aplikasi Database Masyarakat Aceh ini.

“Tentunya dengan adanya aplikasi ini, kami berharap masyarakat Aceh yang berada di perantauan, menjadi penghubung yang bisa membantu kami disaat-saat kesulitan, ya seperti Covid-19 saat ini, karena sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Sehingga menurutnya, sistem apapun yang diluncurkan oleh Pemerintah Aceh, asalkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, dirinya sangat mendukung. (dani/ril)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...