POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pedoman Kerja Teknis (PKT) Pengamanan Eksternal Objek Vital Nasional di Wilayah Kerja (WK) Blok A KKKS Medco E&P Malaka, Aceh Timur, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan kawasan strategis nasional berjalan efektif sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan terhadap operasional hulu migas.
Kunjungan lapangan itu dipimpin Kepala Divisi Formalitas, Hubungan Eksternal dan Keamanan KKKS BPMA, Irham M. Amin, bersama Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Aceh, Komisaris Polisi Marzuki. Hadir pula jajaran Medco E&P Malaka, Polres Aceh Timur, para Kapolsek di wilayah kerja Blok A, serta Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital (Pamobvit).
Divisi Formalitas, Hubungan Eksternal dan Keamanan KKKS BPMA, Irham M. Amin, mengatakan, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pengamanan eksternal objek vital nasional, memetakan potensi kerawanan, serta memperkuat koordinasi antara BPMA, kepolisian, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
“Kami ingin memastikan kelancaran dan kenyamanan operasi hulu migas. Komitmen bersama dalam menjaga keamanan objek vital nasional sangat penting untuk menjamin keberlangsungan operasi hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional,” kata Irham.
Dalam evaluasi tersebut, BPMA juga menyoroti sejumlah potensi gangguan yang perlu diantisipasi, termasuk kemungkinan munculnya aksi protes masyarakat terkait keluhan bau di sekitar wilayah operasi Medco.
Irham berharap setiap persoalan yang berkembang di masyarakat dapat ditangani melalui koordinasi lintas instansi sehingga tidak berkembang menjadi aksi yang mengganggu operasional perusahaan.
Sementara itu, Field Manager Relation & Security Medco E&P Malaka, Hendarsyah, mengatakan perusahaan saat ini tengah menjalankan sejumlah kegiatan operasional, seperti pekerjaan workover pada beberapa sumur serta pemeliharaan rutin yang membutuhkan dukungan pengamanan.
Menurut Hendarsyah, Medco selalu berkoordinasi dengan BPMA dan aparat kepolisian sebelum melaksanakan pekerjaan, termasuk melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan.
Hendarsyah juga menjelaskan pengangkutan kondensat yang melibatkan 12 hingga 13 truk menuju Pangkalan Susu kini menggunakan jalur baru setelah insiden kebakaran tangki beberapa waktu lalu. Selain itu, Medco terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam setiap kegiatan pengangkutan.
Terkait keluhan bau, Hendarsyah memastikan fasilitas produksi Medco telah dilengkapi sistem pengamanan otomatis yang akan menghentikan operasi apabila terdeteksi kebocoran.
Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Aceh, Komisaris Polisi Marzuki, menegaskan Polri berkomitmen menjaga keamanan objek vital nasional sekaligus memberikan kepastian bagi iklim investasi di Aceh.
“Kami memastikan pengamanan dilakukan melalui koordinasi yang baik agar investor tetap merasa aman berinvestasi di Aceh. Kami juga terus menindaklanjuti berbagai kasus yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah kerja,” ujarnya.
Marzuki menambahkan, koordinasi antara BPMA, Medco, TNI, Polri, dan unsur pengamanan lainnya selama ini berjalan baik. Ia juga mengusulkan penambahan penerangan di sejumlah titik rawan serta meminta setiap tindak kriminal di wilayah operasi diproses sesuai hukum.







Leave a comment