POPULARITAS.COM – Adjunct professor dari Griffith University, Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkap asal-usul penamaan penyakit virus Nipah yang saat ini tengah menjadi sorotan dunia. Prof Tjandra mengatakan, nama virus ini diambil dari bahasa Melayu.
“Nama virus Nipah ini bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” ujar Prof Tjandra dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Sabtu (7/2/2026).
Prof Tjandra menjelaskan berdasarkan penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh, klaster awal kasus virus tersebut bermula pada akhir September 1998 di sekitar Kota Ipoh, Negara Bagian Perak, Malaysia.
Selanjutnya, klaster kasus kedua ditemukan di dekat Kota Sikamat, Negara Bagian Negeri Sembilan, pada Desember 1998 hingga Januari 1999. Pada masa klaster pertama dan kedua, penyakit ini belum dikenali dan bahkan sempat diduga sebagai Japanese Encephalitis (JE).
Penyakit tersebut juga pernah diduga sebagai penyakit Hendra. Dugaan ini sejalan dengan laporan dalam jurnal ilmiah morbidity and mortality weekly report (MMWR) berjudul “Outbreak of Hendra-Like Virus-Malaysia and Singapore, 1998–1999” yang terbit pada April 1999.
Klaster ketiga kemudian muncul dan menjadi wabah terbesar, yakni di Kampung Sungai Nipah, Bukit Pelandok, dan wilayah sekitarnya di daerah Port Dickson, Negara Bagian Negeri Sembilan, yang mulai terjadi pada Desember 1998.
Pemerintah setempat memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Kampung Sungai Nipah. Dari data yang dikumpulkan di wilayah tersebut, kemudian dilakukan penelitian mendalam hingga akhirnya disimpulkan penyakit baru ini disebabkan oleh infeksi virus yang sebelumnya belum dikenal. Virus tersebut kemudian diberi nama virus Nipah sesuai dengan nama lokasi karantina.
“Buku Nipah Virus Infection terbitan dari WHO Southeast Asia Regional Office tahun 2008 juga menyebutkan, penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan,” tutup ujar Prof Tjandra.









Leave a comment