Home News Data Situng Belum 100 Persen, KPU: Petugas Salah Masukkan C1
NewsPileg dan Pilpres 2019

Data Situng Belum 100 Persen, KPU: Petugas Salah Masukkan C1

Share
Komisioner KPU Ilham Saputra | Foto: CNN Indonesia
Share

JAKARTA (popularitas.com) -Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menjelaskan, ada beberapa alasan yang menyebabkan input data dalam sistem informasi pemungutan suara (Situng) belum juga mencapai 100 persen secara nasional.

Salah satunya adalah kesalahan input oleh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Mayoritas dari jumlah yang kurang itu disebabkan karena kondisi salah memasukkan (formulir C1),” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Juli 2019.

Ilham menjelaskan, pihaknya menemukan sejumlah petugas yang memasukan formulir C1 untuk Situng atau hasil penghitungan suara ke dalam kotak suara.

Sehingga KPU harus meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk membuka kotak suara guna memisahkan formulir C1 untuk Situng.

“Kami tidak menutup mata bahwa petugas kami salah mengartikan, bahwa C1 Situng itu salah dimasukkan ke kotak,” ujar Ilham.

KPU juga tak memungkiri, hal tersebut mungkin terjadi karena kurangnya pemahaman petugas KPPS. Namun, dia menyebut pihaknya berupaya menyelesaikan input data dalam Situng. “Saya kira kami tetap berupaya untuk menyelesaikan Situng itu, tujuannya untuk database kami,” ujar Ilham.

Untuk diketahui, Ketua KPU Arief Budiman mengakui, input sistem hitung yang dilakukan selama ini belum mencapai 100 persen. Ia meminta, KPU Daerah atau KPUD segera menyelesaikan input data situng tersebut.

Ia kembali menegaskan, KPUD harus segera menyelesaikan situng secepat mungkin hingga 100 persen. Hal tersebut penting, sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan pemilu serentak 2019.

“Ini bagian dari pertanggungjawaban ke publik, agar pemilu ini bisa diakses oleh siapapun, informasinya menyeluruh. Ya, orang tahu ada datanya, kita menyediakan info yang lengkap. Dan, ini juga cara memberikan kepercayaan kami kepada publik terhadap proses pemilu itu sendiri,” ujar Arief.*

Sumber: Republika.co.id

Share
Tulisan Terkait
News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...