POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, mengingatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh agar segera mengambil langkah konkret dalam mengoordinasikan percepatan pelaksanaan APBA 2026. Hal itu menyusul masih rendahnya realisasi keuangan dan fisik berdasarkan hasil monitoring per 7 September 2026.
Dari total pagu APBA 2026 sebesar Rp11,60 triliun, realisasi keuangan baru mencapai 54,11 persen. Sementara target yang harus dicapai hingga 30 September 2026 sebesar 62,02 persen. Dengan demikian, masih terdapat deviasi 7,91 persen.
Begitu pula dengan realisasi fisik yang baru mencapai 57,11 persen, sementara targetnya telah ditetapkan sebesar 65,02 persen.
Ketua DPRA menilai kondisi tersebut harus segera menjadi perhatian Sekda Aceh selaku koordinator perangkat daerah.
Dengan waktu menuju akhir tahun yang semakin terbatas, diperlukan pengendalian dan evaluasi yang lebih intensif terhadap SKPA yang masih memiliki realisasi rendah.
“Saya mengingatkan Sekda agar segera melakukan evaluasi dan memberikan perhatian khusus kepada SKPA yang realisasinya masih jauh dari target. Jangan sampai kita baru sibuk mengejar serapan ketika waktu pelaksanaan sudah semakin sempit,” ujar Ketua DPRA, yang akrab dipanggil Abang Samalanga.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya dibahas dalam rapat evaluasi. Harus ada langkah konkret, target percepatan dan pengawasan berkala terhadap setiap kegiatan yang mengalami keterlambatan.
Terlebih, hasil monitoring menunjukkan masih banyak kegiatan yang progresnya rendah. Pada kegiatan strategis APBA 2026, misalnya, terdapat 103 paket konstruksi dan 33 paket nonkonstruksi yang realisasi fisiknya masih berada pada kisaran di bawah 15 persen. Bahkan terdapat 126 paket konstruksi dan 33 paket nonkonstruksi yang masuk kategori belum tuntas dalam pelaksanaan.
Kondisi proses pengadaan juga menjadi perhatian. Dari 1.553 paket PSE pada APBA 2026, masih terdapat 418 paket yang belum berproses. Sementara pada kategori PL/SWA konstruksi di atas Rp200 juta, masih terdapat 295 paket yang belum diundang.
“Sekda harus memastikan persoalan ini tidak berhenti pada laporan. Kalau ada SKPA yang progresnya rendah, panggil, evaluasi dan minta rencana percepatannya. Kita perlu tahu kendalanya apa dan kapan target penyelesaiannya,” tegasnya.
Mengutip laman Ajnn, Ketua DPRA mengingatkan, rendahnya realisasi bukan hanya persoalan angka administrasi. Jika tidak segera diatasi, keterlambatan dapat berdampak terhadap penyelesaian program pembangunan dan manfaat APBA yang seharusnya diterima masyarakat.
Karena itu, Sekda diminta memastikan kepala SKPA tidak bekerja secara business as usual, tetapi melakukan percepatan terhadap kegiatan yang masih tertinggal.
“Jangan sampai anggaran sudah tersedia tetapi pekerjaan belum berjalan. Masyarakat tidak membutuhkan angka serapan di atas kertas, masyarakat membutuhkan program dan pembangunan yang benar-benar terlaksana,” katanya.
Ketua DPRA juga meminta agar kegiatan yang menghadapi kendala segera dicarikan solusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, percepatan tidak berarti mengabaikan prosedur, tetapi memastikan seluruh tahapan yang menjadi kewenangan pemerintah dapat diselesaikan tepat waktu.
Dengan posisi realisasi per 7 September 2026, waktu menuju target 30 September hanya tersisa 23 hari. Karena itu, DPRA meminta Sekda bersama seluruh SKPA menjadikan periode tersebut sebagai momentum percepatan.
“Ini bukan lagi waktunya menunggu. Saya minta Sekda mengoordinasikan seluruh SKPA untuk bergerak cepat. Yang sudah siap dilaksanakan, segera dilaksanakan. Yang terkendala, segera diselesaikan. Dan yang progresnya rendah harus menjadi prioritas pengawasan,” ujar Ketua DPRA.
Ketua DPRA menegaskan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBA 2026 dan meminta pemerintah memastikan anggaran daerah benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat Aceh.
“Kita ingin APBA 2026 tidak hanya terserap, tetapi menghasilkan output dan manfaat yang nyata. Karena itu, warning ini saya sampaikan kepada Sekda dan seluruh kepala SKPA agar segera melakukan langkah percepatan,” pungkasnya.









Leave a comment