POPULARITAS.COM — Nazaruddin alias Tengku Agam dilaporkan ke Polda Aceh atas dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan asal Kota Sabang, Malahayati (42). Laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh pada 10 September 2026 dengan nomor STTLP/B/269/IX/2026/SPKT/POLDA ACEH.
Dugaan penganiayaan itu disebut terjadi di Sabang Meurauke Coffee, Jalan Diponegoro Nomor 21, Kuta Ateuh, Sukakarya, Kota Sabang, pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 19.50 WIB.
Pengacara korban, Zulkifli, mengatakan pihaknya telah melaporkan perkara tersebut ke Polda Aceh dan turut menyerahkan sejumlah bukti, termasuk hasil visum.
“Bukti ada visum dan lain-lain. Polda menerima laporan ini,” kata Zulkifli, Kamis (10/9/2026).
Disebtkan Zulkifli, berdasarkan keterangan pelapor, saat itu pelapor sedang duduk bersama suami dan anaknya untuk ngopi santai. Selang beberapa menit, terlapor Nazaruddin (Tgk. Agam) datang menghampiri meja keluarga pelapor dan diduga berkata kasar. Pelapor menjawab. Terlapor kemudian diduga mengamuk, menunjuk-nunjuk ke arah pelapor, meludah 2 (dua) kali ke wajah pelapor, menampar wajah pelapor, serta menumbuk lengan kanan pelapor.
Akibat peristiwa tersebut, pelapor mengalami sakit pada wajah, kepala, punggung belakang, dan lengan kanan memar. Pelapor kemudian dirawat di IGD RSUD Kota Sabang, Kuta Ateueh, Sukakarya, Kota Sabang.
“Pelapor telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut ke SPKT Polda Aceh pada 10 September 2026, dengan dugaan pelanggaran Pasal 466 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Surat Tanda Terima laporan telah dibuat,” sebut Zulkifli.
Selain melaporkan dugaan penganiayaan, Zulkifli juga mempertanyakan asal-usul video yang beredar dan disebut berkaitan dengan kejadian tersebut.
‘Terhadap Pihak yang menyebarkan vidio pada akhir kejadian akan diproses secara hukum, bagaimana pihak tersebut mendapat akses Ke CCTV Bank Aceh, siapa yang memberikan,kapan diambil, sebab hal tersebut merupakan kewenangan Pernyidik,” katanya.
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial ML diduga menjadi korban kekerasan fisik setelah terlibat keributan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus mantan Wali Kota Sabang, Nazaruddin alias Tengku Agam.
Akibat kejadian tersebut, ML kini menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak keluarga memastikan kasus itu akan dilaporkan secara resmi ke kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.50 WIB, Selasa 8 September 2026. Keributan bermula di kawasan Warung Seafood Sabang Merauke dan ATM Bank Aceh, Jalan Diponegoro Nomor 20, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, tepat di depan Kantor Wali Kota Sabang.
Suami korban, Faisal, mengatakan kejadian bermula ketika dirinya bersama istri dan anak sedang duduk santai di warung seafood tersebut. Saat itu, Nazaruddin yang hendak mengambil uang di ATM Bank Aceh yang berada di sekitar lokasi sempat ditegur dan disapa oleh mereka.
“Sebelum masuk ke ATM ada kami tegur, beliau masuk terus, selesai keluar kami tegur lagi, salaman, ketawa-ketawa dia sama saya pertama,” kata Faisal.
Menurut Faisal, suasana awalnya berlangsung cair. Namun, situasi berubah setelah Nazaruddin diajak untuk duduk bersama. Saat itu, sikap Nazaruddin disebut mendadak berubah setelah menyinggung sebuah komentar di grup Facebook “Aneuk Sabang” yang diduga berkaitan dengan dirinya.
Faisal menjelaskan, istrinya sebelumnya membalas komentar warganet di grup tersebut yang menyinggung sebutan “si Gam”. Nazaruddin diduga menganggap sebutan tersebut ditujukan kepadanya. Namun, Faisal menyebut maksud istrinya bukan demikian.
Penjelasan itu, kata Faisal, tidak diterima oleh Nazaruddin. Emosi kemudian meningkat hingga Nazaruddin disebut menyinggung nama istri Faisal secara langsung. Hal itu kemudian memicu adu mulut antara keduanya.
Cekcok tersebut kemudian disebut berujung pada tindakan fisik. Faisal menuturkan, Nazaruddin terlebih dahulu meludahi istrinya dan kemudian dibalas oleh sang istri.
“Diludahin istri saya sama dia, dibalas sama istri saya, marah lagi dia, ditampar lah istri saya sama dia, itu pemicunya buat rusuh dia sebenarnya,” ungkapnya.
Situasi semakin memanas ketika Nazaruddin, menurut Faisal, mengancam akan membalikkan meja di lokasi yang saat itu masih terdapat anaknya.
Perdebatan kemudian berlanjut hingga menyinggung mendiang ayah istri Faisal. Dalam pertengkaran itu, Nazaruddin disebut mengungkit bahwa dirinya pernah membantu mendiang ayah tersebut saat mencalonkan diri pada masa lalu.
Faisal mengaku sempat berupaya melerai dengan membawa istrinya menjauh ke depan ATM. Namun, cekcok kembali terjadi dan disebut disertai ancaman lanjutan dari Nazaruddin.
Usai kejadian, ML dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sekaligus menjalani visum. Faisal mengatakan hasil visum tersebut akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari laporan resmi.








Leave a comment