Home News Dubes RI Minta WNI Waspadai Perangkap Jadi Tentara Bayaran di Rusia
News

Dubes RI Minta WNI Waspadai Perangkap Jadi Tentara Bayaran di Rusia

Share
Dubes RI Minta WNI Waspadai Perangkap Jadi Tentara Bayaran di Rusia. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM.COM – Duta Besar Indonesia untuk Rusia merangkap Belarus Jose Antonio Morato Tavares meminta masyarakat Indonesia mewaspadai tawaran atau iming-iming untuk menjadi tentara bayaran di Rusia.

Imbauan tersebut disampaikan setelah KBRI Moskwa menerima laporan mengenai puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga mendaftar melalui jalur tidak resmi. Puluhan WNI itu disebut mendapat tawaran dengan iming-iming gaji besar.

Tavares mengatakan KBRI Moskwa telah menerima banyak laporan dari keluarga WNI yang menduga kerabat mereka menjadi tentara bayaran di Rusia. Sebagian laporan juga berasal dari WNI yang sudah berada di Rusia, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2026).

Pihak kedutaan, diungkap Tavares, terus berupaya memverifikasi setiap laporan yang diterima. Namun, prosesnya tidak selalu mudah karena bukti dan informasi yang diberikan keluarga sering belum lengkap.

Saat ini, KBRI Moskwa juga telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan sejumlah instansi terkait untuk meminta verifikasi.

Dari proses identifikasi tersebut, ditemukan indikasi adanya puluhan WNI yang mendaftar sebagai tentara bayaran melalui agen perekrut tertentu yang menggunakan media sosial untuk merekrut calon pekerja dengan menawarkan gaji besar, namun tanpa memberikan informasi yang jelas mengenai pekerjaan dan konsekuensinya.

“Kami mengetahuinya setelah ada beberapa WNI yang datang ke Rusia dan ternyata tidak lolos seleksi fisik, dan akhirnya kami fasilitasi untuk kembali ke Indonesia. Bahkan ada staf kedutaan juga pernah menemukan calon tentara bayaran di bandara, lalu dijelaskan risikonya dan akhirnya memilih kembali pulang,” jelas Tavares.

Tavares tak menampik pihaknya tak mudah melakukan pemantauan terhadap WNI yang diduga menjadi tentara bayaran, karena luas wilayah Rusia mencapai sekitar 17 juta kilometer persegi.

Ia mengungkap, pihak kedutaan biasanya hanya mengetahui lokasi awal WNI setelah tiba di Rusia. Setelah proses perekrutan atau keberangkatan ke lokasi berikutnya, keberadaan mereka menjadi sulit dilacak. Umumnya, para WNI yang sudah datang kemudian diarahkan ke wilayah lain yang jauh dari ibu kota Rusia.

“Mereka umumnya juga bukan datang ke Moskwa, tetapi di daerah-daerah yang jauh dari Moskwa,” tandas Tavares.

Tavares memperingatkan, aktivitas agen yang merekrut WNI untuk menjadi tentara asing dapat berhadapan dengan ketentuan hukum Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Pasal 201 mengatur mengenai tindakan memengaruhi seseorang untuk menjadi tentara atau anggota angkatan bersenjata negara asing yang dapat dikenai pidana penjara.

Modus perekrutan tersebut patut diwaspadai karena calon pekerja dapat menerima tawaran yang tidak memberikan informasi secara jelas. Salah satu risikonya adalah kontrak kerja menggunakan bahasa Rusia tanpa disertai terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Para calon pekerja diminta agar memahami seluruh isi kontrak terlebih dahulu, sebelum menandatanganinya karena setelah kontrak ditandatangani, proses untuk mengakhiri perjanjian tersebut dapat menjadi sulit.

Selain persoalan hukum, WNI yang bergabung sebagai tentara asing juga dapat menghadapi konsekuensi terhadap status kewarganegaraannya.

KBRI Moskwa membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau verifikasi terkait tawaran pekerjaan di Rusia. WNI juga dapat menghubungi Kementerian Luar Negeri dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk memastikan keamanan serta keabsahan tawaran pekerjaan di luar negeri.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Menteri ESDM Setujui Kerja Sama 40 Sumur Minyak Masyarakat di Aceh

POPULARITAS.COM –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyetujui kerja...

NewsSyariat Islam

Aceh Raih Peringkat 4 MTQ Nasional XXXI 2026

POPULARITAS.COM –   Kafilah Aceh berhasil meraih peringkat keempat nasional pada Musabaqah Tilawatil...

InternasionalNews

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di 7 Wilayah

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat di tujuh wilayah pada...

News

5 Persiapan Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Kantong Bolong

POPULARITAS.COM – Merencanakan liburan akhir tahun bisa saja menjadi agenda wajib bagi...