POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat ekonomi Aceh tumbuh 4,09 persen pada triwulan I 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski tumbuh, laju ekonomi Aceh tercatat melambat dibandingkan triwulan I 2025 yang mencapai 4,59 persen.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan ratusan satuan pelayanan MBG ikut mendorong sektor makanan dan perdagangan.
“Lebih dari 650 satuan pelayanan aktif, ini tentu menggerakkan sektor makanan dan perdagangan,” kata Agus Andria di Banda Aceh, Rabu (6/5/2026).
Agus menjelaskan, pertumbuhan ekonomi diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencerminkan aktivitas produksi dan konsumsi.
Dari sisi konsumsi, daya beli masyarakat ikut terdorong oleh pencairan gaji dan tunjangan hari raya (THR), serta peningkatan jumlah aparatur sipil negara (ASN) sebesar 11,32 persen.
Sementara dari sisi produksi, sejumlah sektor jadi penopang. Sektor peternakan meningkat, terutama pada komoditas daging ayam, sapi, dan kerbau karena tingginya permintaan jelang Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, sektor konstruksi melonjak. Penjualan semen naik sekitar 30 persen seiring kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, mulai dari pembangunan rumah hingga infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
“Kegiatan rekonstruksi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi saat ini,” ujarnya.
Sektor akomodasi juga mulai pulih setelah sempat terdampak banjir, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Secara regional, kontribusi ekonomi Aceh terhadap Pulau Sumatera tercatat 4,88 persen. Namun angka itu masih di bawah Kepulauan Riau yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,04 persen.
“Meski melambat, ekonomi Aceh masih berada di jalur positif, didorong konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, serta mulai bergeraknya program MBG,” katanya.

Leave a comment