FKPPA: Alhudri produk gagal yang dipaksakan pimpin Disdik Aceh

POPULARITAS.COM – Ketua Umum Forum Komunikasi Perjuangan dan Perdamaian Aceh (FKPPA), Polem Muda Ahmad Yani menilai bahwa Alhudri merupakan produk gagal di Dinas Sosial (Dinsos) Aceh yang dipaksakan menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh.

“Kadis Pendidikan Aceh yang sekarang ini merupakan produk gagal dari Kadis Sosial Aceh yang berkinerja buruk serta sarat masalah, sehingga malah aneh kembali diberikan jabatan yang tidak sesuai keahlinyanya untuk mengurusi pendidikan Aceh,” kata Polem dalam keterangannya, Kamis (3/11/2022) malam.

Polem mengaku sependapat dengan aksi yang dilakukan Pelajar Islam Indonesia (PII) pada Rabu (2/11/2022) di halaman kantor Disdik Aceh, dalam rangka menyoroti kinerja Alhudri selama mengurusi pendidikan di Tanah Rencong.

Menurutnya, kepemimpinan Alhudri sebagai Kadisdik Aceh terbukti berkinerja buruk dalam mengurusi pendidikan Aceh. Dia dinilai gagal dan tidak mampu mendongkrak mutu pendidikan di daerah ujung barat Sumatra itu.

Di tengah kucuran anggaran triliun rupiah setiap tahunnya, Alhudri dinilai tak mampu menyejahterakan guru. Sebagian besar anggaran tersebut bahkan dihabiskan secara ugal-ugalan pada proyek fisik seperti pembelian mobil dinas, pengadaan wastafel.

“Termasuk pembangunan gedung dan berbagai ruangan baru, termasuk UKS yang dinai tidak sesuai dengan skala kebutuhan lainnya yang lebih mendesak,” tegas Polem.

Praktek anggaran ugal-ugalan ke fisik, kata Polem, menyebabkan tak tersisanya anggaran apapun untuk perbaikan mutu kelulusan siswa yang sedang terpuruk. Ini kemudian menyebabkan siswa-siswi Aceh kalah bersaing dengan provinsi lainnya di Tanah Air.

“Inilah akibat yang harus dipikul rakyat Aceh atas kesalahan Nova Iriansyah menempatkan Kadisdik Aceh yang tidak paham pendidikan dan tidak memilki reputasi dan rekam jejak keahlian untuk mengurusi pendidikan Aceh,” terang Mantan Ketua Umum DPP Forkab Aceh itu.

Oleh karenanya, Polem menilai jika penempatan Alhudri sebagai Kadisdik Aceh memang tidak masuk akal sehat dan cenderung dipaksakan kepentingannya sehingga mengakibatkan capain skor mutu kelulusan siswa di daerah ini dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Skor mutu kelulusan siswa Aceh di tahun 2020, 2021 dan 2022 melalui SBMPTN/UTBK terus terpuruk di peringkat bawah ututan ke 26 dan 27 di bawah provinsi Papua dari 33 provinsi di Indonesia,” sebut Polem.

Itu sebabnya, Polem menilai tidak ada opsi terbaik yang harus diambil Pj Gubenur Aceh Ahmad Marzuki selain segera mencopot dan mengganti Kadisdik Aceh ini dengan orang yang ahli dan mumpuni sesuai rekam jejak yang dimilikinya, serta memiliki komitmen dan integritas yang bagus mengurusi pendidikan Aceh.

“Ini waktunya Pj Gubenur Aceh menyingkirkan semua pejabat yang bermasalah dan yang bekinerja buruk warisan peninggalan rezim Nova Iriansyah agar pendidikan Aceh menaruh harapan dan optimis baru ke arah perbaikan,” demikian Polem.

Comments
Loading...