Home Ekonomi Harga Minyak Dunia Masih Bertahan di Level 105 Dolar AS
EkonomiNews

Harga Minyak Dunia Masih Bertahan di Level 105 Dolar AS

Share
Share

POPULARITAS.COM – Harga minyak dunia masih bertahan di sekitar 100 Dolar AS per barel di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi di Timur Tengah dan keamanan jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.

Dikutip dari CNBC International, Jumat 15 Mei 2026, pada perdagangan Kamis, harga minyak bergerak tipis namun tetap berada di level tinggi. Minyak mentah Brent untuk kontrak Juli naik 9 sen dan ditutup di 105,72 Dolar AS per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Juni juga naik 9 sen menjadi 101,17 Dolar AS per barel.
Kenaikan harga ini dipicu pernyataan Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjaga kelancaran distribusi energi dunia.

Pasar minyak saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak global, sehingga ancaman gangguan pasokan langsung memengaruhi harga energi dunia.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau OPEC dalam laporan terbarunya memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 menjadi sekitar 1,2 juta barel per hari, turun dari estimasi sebelumnya sebesar 1,4 juta barel per hari.

OPEC juga melaporkan produksi minyak mereka turun 1,7 juta barel per hari pada April. Sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, produksi kartel tersebut telah merosot lebih dari 30 persen atau sekitar 9,7 juta barel per hari.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa gangguan pasokan dari kawasan Teluk, terutama Selat Hormuz, mulai menguras cadangan minyak global dengan sangat cepat.

IEA mencatat lebih dari 14 juta barel per hari pasokan minyak kini terganggu. Secara keseluruhan, kehilangan pasokan dari negara-negara Teluk disebut telah melampaui satu miliar barel.

Menurut analis ING, harga bahan bakar diperkirakan masih akan tetap tinggi selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum mereda. Risiko penutupan Selat Hormuz dan potensi kerusakan infrastruktur minyak serta gas dinilai menjadi faktor utama yang terus menekan pasar energi globa

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Raih penghargaan Pemred Award 2026, Bank Aceh komit bangun komunikasi publik terbuka dan akuntable
News

Raih penghargaan Pemred Award 2026, Bank Aceh komit bangun komunikasi publik terbuka dan akuntable

POPULARITAS.COM – PT Bank Aceh Syariah terus berkomitmen untuk bangun komunikasi publik...

NewsSepakbola

4 Pemimpin Dunia Hadiri Final Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Sejumlah presiden dan pemimpin dunia dikabarkan akan menghadiri laga final...

NewsSosial dan Budaya

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Drama Ibu dan Anak Sarat Emosi

POPULARITAS.COM – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga melalui film Takkan Kubiarkan...

NewsStyle

Jumlah Followers Hotman Paris Langsung Berkurang Seusai Jadi Pengacara Febrie

POPULARITAS.COM – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum eks...